Qur’anic Healing Technology

Quranic Healing Technology

Panduan Islam Untuk Menjelajah Alam Jin

Bismillah
Ust. Hasan Bishri, Lc. (Peruqyah Klinik Ghoib Senen)
Bismillah wash-Shalatu was-Salamu ‘Ala Rasulillah, Amma Ba’du

Mukaddimah
Alam Jin adalah bagian dari alam ghaib, Alam yang tak tersentuh oleh panca indera manusia, karenanya perlu ada penjelasan yang akurat dari sumber terpercaya, yang bisa dijadikan rujukan oleh setiap muslim. Hingga tidak ada keraguan dalam meyakini keberadaannya yang merupakan bagian dari keimanan kepada yang ghaib (lihat QS. Al-Baqarah: 1-3).

Apalagi bila mencermati media massa – cetak atau elektronik – yang sangat gencar menyajikan informasi keghaiban tapi tidak disikapi secara Syari`at, dan kalaupuan ada, terkadang tidak akurat bahkan melenceng dari aturan syari’at. Karena itu sudah seharusnya kita menjauhi media massa yang berbau mistik dan klenik yang tidak sesuai syari`at. Sebab tayangan seperti itu bisa mejadikan pemirsanya penakut dan paranoid, atau percaya pada mitos dan takhayyul, yang belum tentu benar.

Berikut ini beberapa prinsip Islam yang harus di ketahui agar saat kita menerima informasi tentang dunia Jin, tidak melahirkan keyakinan yang salah dan menyimpang.

Prinsip Islam dalam Menjelajah Alam Jin:

1. Ikuti panduan Al-Qur’an dan as-Sunnah, jangan cari referensi sembarangan untuk menjelajah alam Jin agar tidak tersesat di jalan. Setiap informasi tentang alam Jin yang tidak bersumber dari keduanya harus kita tolak, apalagi info itu bertentangan dengan keduanya.

Kita tidak boleh mendahului ketentuan al-Qur’an dan as-Sunnah atau berseberangan dengan keduanya. Allah berfirman dalam al-Qur’an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Wahai orang orang yang beriman janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertaqwalah kalian kepada Allah sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”. (QS. al-Hujurat 49:1).

2. Jin punya misi hidup yang sama dengan manusia. Allah menciptakan Jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Tidaklah Aku menciptakan Jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaku”. (QS. adz-Dzariat 51:56).

3. Jin diciptakan dari percikan api yang sangat panas, sebagaimana yang dijelaskan dalam al-Qur’an.

وَخَلَقَ الْجَانَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ

Dan dia (Allah) menciptakan Jin dari percikan api neraka”. (QS. ar-Rahman 55:15).

4. Jin adalah ummat seperti halnya manusia, ada yang baik dan ada yang jahat, ada yang mukmin dan ada yang kafir. Mereka bertingkat tingkat, seperti yang dijelaskan oleh Allah,

وَأَنَّا مِنَّاالصَّالِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَلِكَ كُنَّا طَرَائِقَ قِدَدًا

“Dan sesungguhnya di antara kami (Jin) ada yang sholeh dan di antara kami ada yang tidak demikian kami berbeda beda jalan hidup kami”. (QS. al-Jin 72:11).

5. Iblis adalah termasuk komunitas Jin, karena ia membangkang perintah Allah maka disebut dengan Iblis. Ia bukanlah dari golongan malaikat. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Allah,

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ

Dan ketika kami katakan kepada para malaikat bersujudlah kalian kepada Adam, maka bersujudlah mereka semua kecuali Iblis adalah dia dari golongan Jin maka dia durhaka dari perintah tuhannya”. (QS. al-Kahfi 18:50).

6. Jin bisa melihat wujud asli manusia sedangkan manusia tidak bisa melihat wujud asli Jin, kecuali kalau dia menampakkan diri (berubah wujud). Seperti yang difirmankan Allah,

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ

Sesungguhnya dia (Iblis) dan bangsanya bisa melihat kalian wahai manusia dan kalian tak bisa melihat mereka”. (QS. al-A’raf 7:27).

Rasulullah bersabda, “Jika kalian mendengar lolongan anJing atau ringkikan keledai di malam hari, maka berlindunglah kepada Allah. Karena mereka (hewan tersebut) melihat apa yang tidak bisa kalian lihat.” (HR. Abu Daud).

7. Syetan itu sifat. Syetan bukan sosok makhluk tersendiri, tapi hanyalah sifat dan sebutan bagi setiap pembangkang dari golongan Jin dan manusia, dan sebagai musuh bagi setiap orang beriman. Terkadang Allah menyebut Iblis dalam al-Qur’an dengan sebutan syetan. Allah berfirman,

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نِبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الإِنسِ وَالْجِنِّ

Dan demikianlah kami jadikan bagi setiap nabi itu musuh, yaitu syetan-syetan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) Jin”. (QS. al- An`am 6:112).

8. Haram minta pertolongan kepada Jin. Meminta pertolongan Jin atau kerjasama dengan mereka hukumnya haram, karena Jin tidak akan pernah membantu manusia kecuali dengan imbalan. Allah berfirman,

وَأَنَّهُ كَانَرِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا

Dan sesungguhnya ada sekelompok laki laki dari manusia meminta pertolongan kepada laki laki dari kelompok Jin maka bertambalah bagi mereka kesesatan”. (QS. al-Jin 72: 6).

9. Jaminan perlindungan dari Allah. Orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan syirik mereka mendapat jaminan perlindungan dari Allah dari kejahatan Jin. Al-Qur’an menyatakan,

الَّذِينَ آمَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُواْ إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُوْلَـئِكَ لَهُمُ الأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

Dan orang orang yang beriman dan tidak mencampuri keimanan mereka dengan kesyirikan, mereka akan mendapatkan keselamatan dan mereka itulah oarang orang yang di beri petunjuk”. (QS. al-An`am 6:82).

10. Gangguan Jin itu mushibah. Orang mukmin yang terkena gangguan Jin berarti mushibah yang menjadi ujian dari Allah, maka kita harus membantunya dan jangan mencibir atau mengucilkannya. Gangguan Jin pada seseorang itu seperti sakit medis (fisik) yang dialami seseorang. Jika Allah tidak menghendaki gangguan itu terjadi, maka tak akan terjadi. Jika Dia menghendaki, maka terjadilah.

وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ

Dan mereka (para tukang sihir) tidak bisa memberi madharat (bahaya) dengan sihirnya pada seorangpun kecuali dengan izin Allah.”. (QS. al-Baqarah 2:102).

11. Kesurupan Jin pada manusia itu benar adanya, bukan mitos atau takhayul. Jin bisa masuk dalam tubuh manusia dan mengalir dalam tubuhnya melalui aliran darah. Rasulullah bersabda,

Sesungguhnya syetan mengalir dalam tubuh manusia melalui aliran darah”. (HR. Muslim).

12. Gangguan Jin pada manusia merupakan perbuatan zhalim. Gangguan Jin terhadap manusia dengan masuk ke dalam jasadnya adalah tindakan zhalim yang harus di hentikan untuk keselamatan yang dizhalimi dan yang menzhalimi. Rasulullah bersabda,

Tolonglah saudaramu yang menzhalimi dan yang terzhalimi, para shahabat bertanya : ‘Ya Rasullallah bagaimana cara menolong orang yang menzhalimi?’ Jawab Beliau, “Hentikan ia dari perbuatan zhalimnya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

13. Ruqyah syar’iyah solusi cerdas dan tepat serta aman. Jika kita atau orang lain diganggu Jin, obatilah dengan terapi ruqyah yang syar’iyah (sesuai tuntunan Rasulullah). Ruqyah syar’iyyah adalah terapi solutif yang tepat dan dijamin aman dari kesyirikan.

Alllah berpesan:

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan jika kamu ditimpa suatu gangguan syetan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Al-A’raf 7:200).

‘Aisyah ra. bercerita, ketika Rasulullah masuk rumahnya, saat itu dia sedang mengobati atau meruqyah seorang wanita. Maka beliau bersabda: ”Obatilah ia dengan al-Qur’an”. (Ibnu Hibban dalam kitab shahihnya).

14. Jihad dengan praktik Ruqyah syar’iyah. Terapi ruqyah syari`yyah adalah bagian dari jihad fi sabilillah, karena kita melawan para tukang sihir, para dukun sesat, serta melawan kejahatan musuh Allah, yaitu syetan atau Jin zhalim. Maka jangan asal ruqyah, pastikan terapi ruqyah yang kita pilih adalah yang syar’iyah. Karena di luaran sana banyak praktik ruqyah syirik/ruqyah syar’iyah gadungan. Mari kita dukung praktik ruqyah syar’iyah untuk mengikis bejibunnya praktik perdukunan yang marak di masyarakat. Allah berfirman,

الَّذِينَ آمَنُواْ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُواْ أَوْلِيَاء الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syetan itu, karena sesungguhnya tipu daya syetan itu adalah lemah”. (QS. an-Nisa’4:76).

15. Jin makhluk ghaib tapi tidak mengetahui segala keghaiban. Jin walaupun masuk dalam kategori makhluk ghaib, tapi tidak serta merta mereka tahu segala yang ghaib. Mereka punya keterbatasan seperti halnya manusia. Jin mengakui sendiri akan kelemahan dan keterbatasan mereka tersebut seperti yang diberitakan Allah dalam al-Qur’an:

وَأَنَّا لَا نَدْرِي أَشَرٌّ أُرِيدَبِمَن فِي الْأَرْضِ أَمْ أَرَادَ بِهِمْ رَبُّهُمْ رَشَدًا

Dan sesungguhnya kami tidak mengetahui apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi, ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan bagi mereka”.(QS. Al-Jin 72:10).

Di ayat yang lain Allah menyatakan,

فَلَمَّا قَضَيْنَا عَلَيْهِ الْمَوْتَ مَا دَلَّهُمْ عَلَى مَوْتِهِ إِلَّا دَابَّةُ الْأَرْضِ تَأْكُلُ مِنسَأَتَهُ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ الْجِنُّ أَن لَّوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ الْغَيْبَ مَا لَبِثُوا فِي الْعَذَابِ الْمُهِينِ

Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, Jin baru mengetahuinya. Kalau sekiranya mengetahui hal yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan”. (QS. Saba’34:14).

Penutup
Masalah ghaib tidak hanya seputar kehidupan Jin dan syetan sebagaimana yang banyak diekspos oleh media massa akhir-akhir ini. Karena Jin dan syetan hanya bagian kecil dari masalah keghaiban yang sangat luas cakupannya. Adanya Allah dan para malaikat-Nya, Surga dan neraka, kehidupan di alam barzakh, kebangkitan manusia di padang makhsyar adalah termasuk keghaiban yang tidak diketahui manusia atau Jin, tapi harus dipercayai dan dijadikan sebagai pilar-pilar iman. Semua itu menjadi rahasia Allah dan Rasul yang telah diberi wahyu tentangnya.

Dan masih banyak hal yang berkaitan dengan kehidupan kita, yang termasuk kategori ghaib karena tidak bisa kita indra dengan panca indra.

وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لاَ يَعْلَمُهَا إِلاَّ هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلاَّ يَعْلَمُهَا وَلاَ حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الأَرْضِ وَلاَ رَطْبٍ وَلاَ يَابِسٍ إِلاَّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). Dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tiada suatu pun yang basah dan kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. (QS. al-An’am 6:59).

Dalam ayat lain, Allah menyuruh Nabi Muhammad untuk meberitahukan kepada umatnya tentang ketidaktahuannya seputar yang ghaib,

قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَاْ إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Katakanlah, Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita bagi orang-orang yang beriman.” (QS. al-A’raf 7:188).

Maka dari itu, janganlah berbicara tentang hal yang ghaib bila tanpa dasar yang valid dan autentik, yaitu Syari’at Islam, termasuk berbicara seputar kehidupan Jin dan syetan agar keimanan pada yang ghaib dan aqidah kita tidak salah.

Wallahu A’lam.

Sumber: http://metafisis.wordpress.com/

Ayat-Ayat Ruqyah On Line

Urutan Ayat-Ayat Ruqyah
No Nama Surah Juz Ayat
1 Al-Fatihah 1 Seluruhnya
2 Al-Baqarah 1 1-5
3 Al-Baqarah 1 102
4 Al-Baqarah 2 163-164
5 Al-Baqarah (Ayat Kursi) 3 255
6 Al-Baqarah 3 285-286
7 Ali-Imran 3 18-19
8 Al-’Araf 8 54-56
9 Al-’Araf 9 117-122
10 Yunus 11 81-82
11 Toha 16 69
12 Al-Mukminun 18 115-118
13 As-Soffaat 23 1-10
14 Al-Ahqaaf 26 29-32
15 Ar-Rahman 27 33-36
16 Al-Hasyr 28 21-24
17 Al-Jin 29 1-9
18 Al-Ikhlas 30 Seluruhnya
19 Al-Falaq 30 Seluruhnya
20 An-Naas 30 Seluruhnya

Page 1
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9

CARA PELAKSANAAN TERAPI RUQYAH MANDIRI

Quranic Healing TechnologyPada dasarnya seseorang yang terkena gangguan jin bisa mengusir jin itu dari dalam tubuhnya. Atau minta bantuan teman tanpa perlu mendatangi tempat ruqyah, bila saja ia memenuhi ketentuan-ketentuan yang ditetapkan syariat.

Bagi anda yang ingin melakukan ruqyah mandiri bisa dengan mengikuti tuntunan DI SINI…. Namun sebelum itu ada beberapa hal yang harus dilakukan dan dipersiapkan:

  1. Anda harus membersihkan diri dari segala dosa dengan jalan taubat. Bila ada dosa dengan sesama, maka mintalah maaf kepada orang yang anda zalimi.
  2. Bersihkan tempat tinggal, pakaian, dan diri anda dari segala hal yang berbau syirik, seperti jimat, isim, rajah dan lain-lain. Bagi anda yang pernah menuntut atau telah memiliki ilmu kebal, kebatinan, tenaga dalam metode pengisian (bukan latihan semata), maka anda harus membuang ilmu tersebut dan kembali berserah diri hanya kepada Allah SWT.
  3. Bersihkan pula tempat tinggal (rumah dan kamar) dari segala macam gambar yang tak berguna, seperti foto-foto artis, apalagi foto wanita yang membuka aurat. Semua itu akan menghalangi masuknya malaikat, selain berdosa melakukannya.
  4. Bersihkan keyakinan anda dari segala macam penyimpangan dalam akidah. Termasuk mengikuti jama’ah bid’ah yang mengamalkan ajaran-ajaran yang tidak berdasarkan sunnah. Juga mengikuti aliran ideologis yang bertentangan dengan islam, seperti komunis, liberal, pluralisme dan lain sebagainya.
  5. Selanjutnya anda harus senantiasa menjaga ibadah wajib dengan ketat. Senantiasa shalat lima waktu di masjid berjama’ah.
  6. Jangan pernah ada hari tanpa membaca Al Quran, terutama sepuluh ayat dalam surah Al Baqarah seperti yang disebutkan di atas.
  7. Tambahkan amalan sunnah dengan hanya mengharap ridha Allah, seperti puasa Senin dan Kamis, shalat tahajjud minimal dua raka’at setiap malamnya di tambah shalat witir minimal satu raka’at sebelum subuh.

Ada beberapa wirid harian yang ma’tsur (sesuai tuntunan Rasululloh). Al ma’tsuroot ini baik anda baca untuk menangkal gangguan jin, baik dalam bentuk kerasukan ataupun sihir kiriman orang sebagai berikut:
1. Membaca:

لاَإِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Artinya: “Tiada ilah selain Allah, Ia hanya seorang diri tak ada sekutu bagi-Nya, milik-Nyalah kerajaan dan bagi-Nyalah segala puji. Dialah yang maha berkuasa atas segala sesuatu.”

Doa ini dibaca seratus kali dalam sehari. Khasiatnya berpahala layaknya membebaskan sepuluh orang budak, dituliskan seratus kebaikan padanya, dihapuskan seratus kesalahannya, dan mampu membentengi diri dari setan pada hari itu sampai datangnya waktu malam. Demikian dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah.

2. ketika hendak tidur malam
Rangkumkan kedua tapak tangan dan bacakan surah Al Ikhlash, surah Al Falaq dan surah An Naas, lalu ditiup, kemudian diusapkan ke wajah dan seluruh anggota tubuh yang dapat dijangkau. Hal itu dilakukan sebanyak tiga kali. (HR. Bukhari dan lainnya dari Aisyah).

3. Setiap pagi selain membacaayat kursi juga membaca wirid:

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Artinya: “Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tak ada yang bisa menyakiti di bumi dan di langit. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Doa ini dibaca tiga kali, khasiatnya tidak akan ada yang mengganggu sepanjang harinya (HR. Muslim, At Turmudzi, Abu Daud dan Ahmad).

CARA TERAPI AUDIO MANDIRI

Berikut ini prosedur pelaksanaannya :

A. Persiapan Tempat

  1. Pastikan tempat anda melakukan terapi tidak ada gambar/patung makhluk bernyawa (jika ada turunkan dan simpan dahulu)
  2. Pastikan lokasi tidak bising, tidak ada suara musik
  3. Pastikan tempatnya bersih, rapi dan harum
  4. Bentengi tempat anda melakukan terapi dengan membacakan Ayat Kursi sebanyak 7 x dengan niat membentengi tempat dari semua energi negatif/ serangan jin/sihir.

B. Persiapan lahir Bathin

  1. Mandi terlebih dahulu, pakailah pakaian yang bersih dan gunakan minyak wangi untuk pengharum badan
  2. Shalat 2 rakaat, lalu lakukan dzikir yang biasa kita lakukan setelah sholat, lalu bacalah shalawat nabi 3 kali lalu ta’awudz dan ucapkan doa :

    JIKA ANDA SAKIT KARENA GANGGUAN SIHIR/JIN :
    Ya hakiimu Ya ‘aliimu Ya ‘Aliyyu Ya ‘Azhiimu !” 3 x.
    ya Allah Ya Tuhanku, hambamu memohon untuk diberi pertolongan dan kekuatan untuk membakar habis semua benda-benda sihir, semua ikatan sihir, semua kotoran-kotoran sihir, semua makhluk-makhluk negatif pembawa sihir, hingga tidak punya daya kekuatan lagi untuk menyakiti hambamu ini dan lindungilah hambamu ini dari kembalinya sihir pada diriku ini. Tiada daya upaya kecuali pertolongan Engkau Ya Allah Ya Robbal’alamiin…….”

    JIKA ANDA SAKIT FISIK ucapkan doa :
    ” Ya hakiimu Ya ‘aliimu Ya ‘Aliyyu Ya ‘Azhiimu !” 3 x.”
    Ya Allah Ya Tuhanku, hambamu ini memohon untuk diberi pertolongan dan kekuatan untuk menyembuhkan sakit ………………….. (sebutkan sakit apa), Sembuhkanla secara sempurna ya Allah, kesembuhan tanpa meninggalkan penyakit. Tiada daya upaya kecuali pertolongan Engkau Ya Allah Ya Robbal’alamiin…….

  3. Baca doa pembentengan diri, dengan membacakan 3 Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas 3 x) di kedua telapak tangan lalu usapkan keseluruh tubuh 3 kali)
  4. Pastikan kondisi kejiwaan dalam keadaan stabil (tidak dalam keadaan marah, stress dll)
  5. Terapi ini memerlukan kesadaran penuh, konsentrasi dari pasien, maka jika ada pasien yang tidak dapat mengontrol dirinya (tidak sadar/kesurupan) ketika mendengarkan lebih baik tidak melakukan tekhnik ini dan harus diruqyah oleh praktisi ruqyah yang berpengalaman

C. PELAKSANAAN TERAPI

1. Download File yang berisi audio RUQYAH.  Silahkan DOWNLOAD DI SINI…

2. Sesudah mendownload lalu instal MP3 di HP atau VCD. jika didalam HP kenakan headset dan jika di VCD Player dekatkan speaker di tubuh kita.

3. Berbaringlah secara nyaman, kepala dialasi bantal dengan tubuh terlentang (tangan dan kaki luruskan) bacalah TA’AWUDZ dan doa:

حَسْبُنَااللهُ وَنِعْمَ الْوَ كِيْلُ،نِعْمَ الْمَوُلَىوَنِعْمَ النَّصِيْرُ

Cukuplah Allah bagi kami dan dia sebaik-baik pemimpin, sebaik-baik pelindung, sebaik penolong.”

4. Lemaskan seluruh tubuh, tariklah nafas dalam-dalam lalu lepaskan pelan-pelan beberapa kali sampai merasa tenang dan rileks, lalu putarkan audio ruqyah MP3, dengarkan selama 15-30 menit.
5. Dengarkan dengan khusyuk dan waspadai jika ada reaksi/sensasi pada tubuh kita

D. JIKA ADA REAKSI/SENSASI

1. KASUS SIHIR/GANGGUAN JIN
Untuk kasus sihir yang berat biasanya ada reaksi keras selama mendengarkan audio MP3 ruqyah ini, dalam keadaan berbaring, pasien bisa bergetar/kesemutan/kedutan/menusuk pada salah satu bagian tubuhnya. Ketika ada reaksi bergetar/kesemutan/kedutan/menusuk pada salah satu bagian tubuh maka dibagian tersebut sudah terkumpul semua penyakit, energi negatif, benda-benda sihir, makhluk-makhluk negatif (jin/setan).

Jika ada yang bergetar/kesemutan/kedutan/menusuk konsentrasikan fikiran kita untuk fokus pada bagian tubuh yang bergetar/kesemutan/kedutan/menusuk itu dan niatkan agar energi ruqyah terfokus/terproyeksi ke bagian tubuh yang bergetar/kesemutan/kedutan/menusuk.

Contoh : Selama mendengarkan tangan kiri kesemutan maka fokuskan fikiran kita ke tangan kiri lalu niatkan agar energi ruqyah terproyeksi ketangan kiri untuk membakar habis energi negatif yang ada ditangan kiri kita. terus fokuskan fikiran sampai rasa bergetar/kesemutan/kedutan/menusuk itu hilang.

2.KASUS PENYAKIT FISIK
Pusatkan fikiran/fokus pada lokasi dimana anda menderita penyakit niatkan agar getaran energi ruqyah membakar habis seluruh segala hal yang menjadi penyebab sakit dan menyembuhkan seluruh tubuh fisik dan eterik kita. WASPADAI JIKA ada sensasi kesemutan, kedutan, sakit menusuk dll jika ada perkuat lagi konsentrasi kita pada bagian yang bereaksi tersebut.

Contoh : Anda menderita kanker payudara, maka pusatkan titik konsentrasi pada payudara kita. Gunanya memusatkan titik konsentrasi agar energi ruqyah terfokus kekuatannya untuk mematikan semua sel kanker tersebut. Jika payudara anda terasa panas, sakit menusuk itu proses penyembuhan tetap fokus dan konsentrasi.

KESIMPULAN
Semua memerlukan kesadaran penuh dari pasien sebab jika pasien lalai dan mengantuk, atau fikirannya melayang-layang, tidak fokus/khusyuk maka hasilnya akan sia-sia, begitu pula jika pasien langsung hilang kesadarannya seperti kesurupan maka hasilnya tidak akan maksimal. Ada banyak kasus tidak berhasilnya terapi ruqyah mandiri lewat audio ruqyah disebabkan karena hal diatas atau tidak melakukan fokus konsentrasi dengan baik pada daerah yang bereaksi keras.

Jika terasa perut mual dan mau muntah duduklah dan siapkan plastik lalu fokuskan konsentrasi fikiran pada wilayah perut dengan pinggang lurus tidak membungkuk, niatkan agar seluruh penyakit keluar lewat muntahan.

Setelah melakukan tekhnik penyembuhan dengan audio ruqyah, duduklah dan bacakan 3 qul ( A-Ikhlas, Al-Falaq dan An-naas 3 x) ditelapak tangan lalu tiup. Setelah itu lakukan tekhnik usapan/sapuan membuang penyakit (lagi saya susun) untuk membuang sisa-sisa pembakaran/penyembuhan penyakit agar keluar dari tubuh fisik dan eterik. Sebab jika tidak dikeluarkan akan menjadi penyakit bagi diri kita.

Istiqamahlah melakukan tekhnik ini setiap hari sampai sakit anda sembuh…….

Kesurupan & Penanganannya

Fobia Jin

PENDAHULUAN :
Untuk memenuhi permintaan para pembaca blog yang ingin belajar menyembuhkan orang yang terkena penyakit kesurupan, berikut ini saya repostingkan  artikel dari berbagai sumber mengenai Seputar Fenomena Kesurupan, Mengenali Gejalanya, serta cara-cara penanganan & penyembuhannya …..

Anda juga dapat mempelajari PANDUAN TERAPI RUQYAH SECARA MANDIRI yang juga tersedia di sini, silahkan Baca Di Sini……

Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda.
Terima Kasih.

MENGENAL PENYAKIT KESURUPAN.
Kesurupan adalah salah satu kasus gangguan mahluk Jin terhadap manusia. Allah telah menjadikan bumi ini dihuni oleh berbagai mahluk hidup termasuk diantaranya golongan Jin. Dalam kehidupan sehari hari interaksi antara Jin dan manusia tidak bisa dihindari. Dalam Al Qur’an Allah mengingatkan agar kita waspada terhadap golongan Jin ini, karena mereka bisa melihat kita dari tempat yang kita tidak bisa melihat mereka. Rasulullah juga mengingatkan bahwa Jin bisa keluar masuk tubuh manusia melalui jalan darah.

Jin juga seperti manusia terdiri atas berbagai bangsa, suku, golongan dan kelompok. Ada yang baik ada pula yang buruk, ada yang saleh , beriman, bertakwa adapula yang kafir , munafik dan berperilaku buruk. Jin yang saleh dan baik biasanya tidak suka usil mengganggu manusia, namun Jin kafir dan berperilaku buruk sering mengganggu kehidupan manusia.

Siapa penderitanya?
Penderita penyakit kesurupan umumnya adalah mereka yang secara fisik memiliki kelemahan atau kelainan dalam system urat sarafnya, baik karena bakat bawaan atau sedang terkena penyakit demam yang tinggi, secara non fisik/mental/kejiwaan sedang menderita stress, depresi, tekanan batin, kesedihan yang luar biasa dan sejenisnya. Mereka itu bisa berasal dari segala umur, segala jenis kelamin, segala jenis profesi, segala jenis agama, segala jenis suku bangsa, segala jenis tingkat pendidikan, segala jenis tingkat kesejahteraan hidup.

Siapa penyebabnya ?
Pihak penyebab penyakit ini adalah bukan dari jenis virus dan bakteri yang bisa dideteksi oleh alat teknologi kedokteran modern. Penyebabnya adalah sejenis golongan mahluk yang dalam Al Quran sebagai Jin yang Kafir/jahat, yang disebut ”Setan”.

Jin bisa masuk dan melakukan interfensi terhadap kehidupan manusia oleh beberapa sebab antara lain:

  1. Pengaruh keturunan.
    Dimasa lalu mungkin ayah, nenek atau uyut yang bersangkutan pernah bersahabat atau memelihara teman dari golongan Jin. Karena umumnya Jin usianya jauh lebih panjang dari manusia bisa mencapai ratusan tahun, diantara Jin tersebut ada yang masih ingin melanjutkan persahabatannya dengan keturunan orang tersebut. Jin tersebut berusaha memperkenalkan diri pada anak cucu orang yang pernah menjadi sahabatnya. Bagi keluarga yang tidak siap hal ini kadang kala dirasakan sebagai gangguan. Gejalanya terlihat pada anak anak yang kadang kala sering terlihat bermain atau bercakap cakap dengan seseorang yang ujudnya tidak terlihat.
  2. Pengaruh benda pusaka.
    Diantara Jin ada yang mendiami benda pusaka seperti keris, bantu cincin, gelang, atau azimat. Seseorang yang mendapat titipan atau menyimpan benda pusaka tersebut baik disengaja atau tidak disengaja, akan selalu diikuti oleh Jin penunggu benda pusaka tersebut. Jin tersebut akan memberi pengaruh pada perilaku orang yang menyimpan benda pusaka itu. Pengaruhnya bisa positip bisa juga negatip tergantung watak Jin yang menghuni benda pusaka tersebut. Jin yang menghuni pusaka itu bisa saja menjadi pengganggu bagi orang yang menyimpan pusaka tersebut jika ia merasa tidak puas dengan perawatan atau cara penyimpanan pusaka dari orang yang bersangkutan.
  3. Tanpa sengaja menggangu kediaman Jin.
    Umumnya Jin mendiami tempat yang jarang bahkan tidak dihuni oleh manusia, seperti Gurun pasir, lautan, sungai sungai, gua-gua, Rimba belantara, Rumah atau bangunan kosong dan lain sebagainya. Dalam perjalanan didaerah yang tidak berpenghuni tersebut adakalanya manusia memasuki kawasan yang didiami Jin dan melakukan tindakan atau perbuatan yang tidak menyenangkan kelompok Jin tersebut. Misalnya buang air kecil, memotong atau menebang pohon yang dihuni kelompok Jin, berteriak atau berlaku tidak sopan ditengah rimba dan lain sebagainya. Jin yang merasa tidak senang dengan perbuatan orang tersebut akan berusaha menyerang bahkan merasuk kedalam tubuh orang tersebut.
  4. Diminta datang dan hadir oleh yang bersangkutan.
    Jin bisa hadir dan merasuk kedalam jasad seseorang atas permintaan yang bersangkutan. Dengan membaca mantra , atau memanggil nama Jin yang bersangkutan Jin akan datang pada orang tersebut. Jin bisa juga hadir atas permintaan yang tidak disadari. Misalnya seseorang meminta pertolongan , atau bantuan pada penjaga lembah, Gunung, Pohon , arwah leluhur, atau benda tertentu , seruan dan panggilan tersebut akan mengundang kedatangan Jin padanya. Adakalanya Jin tersebut masuk kedalam tubuh orang yang bersangkutan. Kasus ini bisa kita lihat pada permainan kuda kepang.
  5. Didatangkan atau dihadirkan oleh pawang atau orang yang ahli.
    Jin bisa juga dihadirkan merasuk kedalam tubuh seseorang atas perintah dan permintaan dari pawang yang menguasai Jin. Orang yang jiwanya lemah dan labil bisa dimasuki oleh Jin yang disuruh oleh orang lain dengan mudah. Namun orang yang mempunyai kepribadian kuat dan biasa melakukan dzikir serta taat beribadah pada Allah,sangat sulit bahkan tidak bisa dimasuki oleh Jin yang disuruh oleh orang lain tersebut. Jin yang datang atas permintaan pawang ini biasanya mempunyai misi khusus, misalnya untuk membuat kekacauan, menimbulkan rasa sakit (santet, teluh) atau sebaliknya ditugaskan untuk melindungi atau menyembuhkan penyakit orang yang bersangkutan.

Apa ciri ciri penderita penyakit kesurupan?
Ciri utama adalah biasanya sipenderita tiba-tiba jatuh pingsan, tidak sadar diri,v lalu melakukan perbuatan yang tidak wajar seperti teriak-teriak dan menjerit atau berbicara yang tak jelas, meminta sesuatu, atau marah-marah yang tak jelas, matanya bisa sambil tetap tertutup, tapi bisa juga terbelalak melotot menakutkan, bisa juga sambil menangis menjerit-jerit kesakitan, menangis meraung raung, atau menggeram seperti suara harimau, atau bicara seperti nenek- nenek atau kakek-kakek, atau seperti anak kecil, atau seperti perempuan nakal yang merayu-rayu,  ada banyak sekali modusnya, tak terhitung,  yang jelas bukan suara asli si penderita.

Ciri-ciri Remaja Yang Berpotensi Mengalami Kesurupan
Ada remaja yang rentan mengalami kesurupan,  ada yang tidak,  baik itu kesurupan massal atau personal.  Sebab dan gejalanya cukup jelas dan masuk akal. Menurut pengalaman beberapa remaja, kesurupan itu tidak terjadi begitu saja. Ada proses yang mendahuluinya, seperti yang dituturkan dalam kisah-kisah berikut ini :

Nurhayati (19 tahun) dari Bekasi. Saat itu, ia mengikuti acara perpisahan sekolah di Villa Sukani Galih, Cisarua, Jawa Barat. Di areal Villa itu ada beberapa bangunan. Antara kamar tidur dan aula terpisah. Sedang kegiatannya dilaksanakan di aula yang jaraknya agak jauh dari kamar tidur.

Dalam acara itu, setiap siswa wajib memakai jas. Nah, karena jasnya ketinggalan di kamar, terpaksalah Nurhayati kembali ke kamar mengambil jas. Dari aula ke kamar tidur itu ia harus melewati satu pohon besar yang berada di tengah lapangan. Kondisinya waktu itu sedang capek sekali. Entah kenapa, tiba-tiba ia terjatuh di bawah pohon besar, dan setelah tidak sadarkan diri.

Ketika saya terbangun, saya melihat kereta kuda yang dikendarai seorang Ratu. Ratu itu mengajak saya pergi bersamanya. Menurut teman saya, panitia acara sampai memanggil lima orang kuncen (paranormal) untuk menyadarkan saya. Tapi mereka tidak sanggup mengatasinya. Katanya, saya dirasuki jin bisu dan tuli. Namun entah kenapa, saya sadar sendiri ketika azan subuh berkumandang. Saya segera menyebut nama Allah,” cerita Nurhayati.

Rizky (17 tahun), dari Jakarta Selatan, juga pernah mengalami kesurupan di sekolah. ”Waktu itu, saya sedang bengong memandangi sebuah pohon. Seketika itu saya terkesima dengan seekor bajing. Setelah itu saya seperti tak sadarkan diri. Saya tidak bisa berbicara apa-apa, tetapi dalam kondisi itu, saya masih kenal teman saya. Pokoknya saya jadi malas sekali ngomong. Hanya diam dan bengong sampai saya tiba di rumah,” kenangnya.

Sesampai di rumah, ibunya bingung dengan perilaku Rizky dan mengiranya masuk angin.  Setelah dikerok tidak ada perubahan,  ibunya mulai sadar kalau Rizky kesurupan. Ibunya langsung memencet jempol kaki Rizky sampai berteriak kesakitan.  Setelah itu sadarlah ia. Kata ibunya, orang yang ketumpangan setan harus dipencet jempol kakinya.

Kejadian serupa juga pernah dialami Fifi (17 tahun) dari Ciledug, Tangerang. Kata seorang ustadz yang ia tanya, faktor penyebabnya adalah bengong,  pikiran kosong,  dan waktu itu sedang haid. Awal kejadiannya, ia sedang bengong di halaman sekolahnya. Tiba-tiba ia mengaku melihat seekor monyet besar dan genderuwo di bekas pohon yang telah ditebang.

Seminggu setelah kejadian, ia sering merasakan hal-hal aneh. ”Saya sering merasa kepanasan jika mendengar suara azan. Biasanya, setelah mendengar azan, saya langsung teriak-teriak tidak sadarkan diri dan mencakar semua orang yang ada di sekitar saya. Termasuk orang tua saya,” katanya.

Pernah Fifi ke dokter untuk berobat. Tapi kata sang dokter, penyakitnya cuma panas biasa. Setelah itu baru ia pergi ke orang pintar. Itu pun tak langsung bisa disembuhkan. Kata orang pintar itu, setan yang memasuki raganya terlalu berat untuk dikeluarkan. ”Tetapi akhirnya setelah beberapa minggu menjalani peristiwa yang seperti itu, penyakit saya bisa sembuh juga,” tambahnya.

Dari pengalaman di atas bisa kita katakan bahwa bengong, terlalu capek, atau pikiran kosong adalah keadaan yang mengawali terjadinya kesurupan. Hasil kajian Tim Edukasia, baik terhadap literatur, pengalaman, dan wawancara, menyimpulkan kesurupan itu bisa dikatakan (sebagian besarnya) sebagai akibat, bukan sebab. Akibat dalam arti, efek dari keadaan pikiran atau fisik yang terlalu berlebihan (ekstrem). Berlebihan ini dilarang dalam agama. Kata “setan” sendiri, salah satu artinya, adalah berlebihan (ekstrem, terlalu di pinggir).

Kalau kita sedih, stress, gundah, menolak realitas, capek beraktivitas, bengong, dan lain-lain, semua itu biasa. Yang berbahaya adalah ketika sudah berlebihan (ekstrem) sampai membuat kita kehilangan kontrol-diri. Jika keadaan pikiran dan fisik yang terlalu berlebihan itu dialami oleh orang yang jiwanya masih labil, maka sangat mungkin reaksinya adalah disosiasi (kehilangan kesadaran), histeria, kesurupan atau masuknya energi negatif ke dalam dirinya.

Orang yang di sekitarnya pun rentan apabila pertahanan jiwanya lemah atau memiliki kondisi kejiwaan yang sama. Seperti kata Prof. Dr. Dadang Hawari, reaksi disosiasi bisa menimpa mereka yang jiwanya labil ditambah dengan kondisi jiwa yang tertekan. Reaksi ini akan menjadi massal karena sugesti, seperti orang yang sedang menyimak pidato seorang pembicara ulung yang dapat membuat kita bertepuk tangan bareng, tertawa, sedih, dan seterusnya.

Beberapa gejala yang bisa dijelaskan sebelum kesurupan terjadi, antara lain: kepala terasa berat, badan dan kedua kaki lemas, penglihatan kabur, badan terasa ringan, dan ngantuk. Perubahan ini biasanya masih disadari oleh subyek, tapi setelah itu tak mampu mengendalikan dirinya. Mereka biasanya melakukan sesuatu di luar kendali dirinya dan beberapa di antaranya merasakan seperti ada kekuatan di luar yang mengendalikan.

Ciri Remaja Berpotensi Kesurupan

  1. Orang yang merasa terlalu tertekan atau terlalu kosong jiwanya. Terlalu tertekan itu sama bahayanya dengan terlalu kosong (bengong) bagi pikiran manusia
  2. Terlalu tertekan fisiknya dan mentalnya sehingga terlalu capek
  3. Mereka yang pemalas dan kurang kreatif dalam menghadapi kenyataan hidup atau konflik sehingga mudah merasa menemui jalan buntu atau mudah merasa terkendala
  4. Mereka yang semangat hidupnya lemah, terlalu bergantung pada kekuatan eksternal di luar dirinya sehingga mudah dikontrol oleh kekuatan lain
  5. Mereka yang terlalu mudah cemas, khawatir, atau takut (pesimis) atau yang susah mengendalikan dan mengelola emosi negatif menjadi positif (reaktif)
  6. Mereka yang kurang latihan berpikir rasional dalam hidup (kurang berlandasan iman dan amal saleh).

Apa tindakan PERTOLONGAN PERTAMA PADA PENDERITA KESURUPAN?
Kalau melihat tanda tanda/gejala seperti tertulis diatas, segera lakukan tindakan pertolongan pertama sbb:

  • Ajak beberapa orang dewasa yang berani dan kuat untuk menggotong dan membawa sipenderita ketempat yang aman dan nyaman, agar bisa ditidurkan dengan telentang di atas tempat tidur kalau di rumah, atau di rumput kalau di lapangan. Kalau siang hari, bawa keluar ruangan, justru di bawa ketempat yang terkena sorotan sinar matahari langsung ( jin takut sinar matahari langsung).
  • Segera cari sejenis cairan yang bisa merangsang saraf  penciuman di hidungnya seperti antara lain:  Parfum Eau De Cologne, minyak wangi biasa yang agak keras baunya, minyak angin cap Elang,  minyak angin cap Kapak,  Balsem… dll. Segera oleskan di lubang hidungnya agar terhirup dan merangsang saraf penciumannya.
  • Segera kompres kepala di bagian ubun-ubunnya dengan minyak wangi atau minyak angin,  atau air es yang dingin untuk merangsang saraf kesadaran di otaknya.
  • Segera lepaskan pakaian,  sepatu,  arloji, jaket dan sabuk atau jilbab yang membuat penderita sesak nafasnya, dalam batas tak melanggar etika kesopanan dan agama.
  • Jauhkan penderita dari mereka yang iseng menonton yang membuat penderita tidak nyaman/gerah/kepanasan/sesak nafas.
  • Panggil ahli kesehatan medis dan ahli kesehatan non medis/praktisi spiritual penyembuh yang berpengalaman, untuk mendeteksi apakah penderita pingsan karena kesurupan atau karena sakit ayan, atau sakit jiwa atau sakit lainnya/santet/guna guna.
  • Hindari melakukan tindakan kekerasan kepada penderita yang meronta ronta dan melakukan perbuatan kasar/brutal, atasi sebaik mungkin.
  • Setelah ahli medis dan non medis melakukan diagnose dan sepakat bahwa penderita memang hanya sekedar menderita kesurupan, bukan terkena santet, bukan ayan, bukan sakit jiwa, bukan sakit jantung dll, maka minta tolong pada orang yang ahli dan berpengalaman untuk melakukan tindakan penyembuhan lebih lanjut.
  • Seorang yang memang sudah ahli dan berpengalaman menyembuhkan penyakit kesurupan, biasanya menggunakan metoda penyembuhan sesuai aliran ilmu pengobatan yang dikuasainya. Ada yang menggunakan enerji Illahiah,  ada juga yang menggunakan enerji Jin baik/Jin Islam/Khodam/Arwah leluhur.
  • Kalau penyembuh metoda enerji Illahiah, biasanya pasti akan memasukan metoda Rukyah/pembacaan ayat suci Al Quran secara terbuka dan jelas didengar banyak orang, dilengkapi berbagai media yang tak dilarang oleh agamanya.
  • Kalau penyembuh metoda enerji jin/khodam/arwah leluhur, biasanya tak akan melakukan Rukyah pembacaan ayat suci Al Quran secara jelas dan terbuka, karena mereka biasanya mencampurnya dengan berbagai mantera/doa yang tidak ada dalam Al Quran.
  • Saya pribadi melakukan penyembuhan dengan metoda Illahiah, pembacaan ayat suci Al Quran, dilengkapi dengan enerji kekuatan pikiran/gelombang elektromagnetik, dibantu media alami seperti air putih dan garam kalau ada.

Bilamana seseorang bisa terkena kesurupan?
Waktu yang rawan terkena kesurupan sebenarnya adalah pada saat setelah terbenam sinar matahari, karena jin jahat/setan adalah tergolong dalam KEJAHATAN BILAMANA MALAM TIBA.

Tapi kesurupan bisa juga terjadi pada siang hari dalam kasus kasus tertentu, seperti pada saat latihan militer di tempat yang dikenal angker seperti sekitar kuburan, hutan belantara, kebun Raya Bogor, Pos penjagaan Istana, di pinggir pantai, ataupun di  Sekolah, Rumah, bahkan pemukiman penduduk, pasar, rumah sakit, yang latar belakang lokasi tanahnya mengandung enerji metafisik yang negative, bisa bekas kuburan, bisa bekas tempat ajang pembunuhan, bisa suka dilakukan perbuatan mesum dan terlarang secara tersembunyi, dan berbagai perilaku dan kebijakan pemilik dan penghuninya yang bertentangan dengan Kaidah Ketuhanan Yang Maha Esa, agama apapun yang dilanggar.

Mengenai berapa lama dan berapa kali penderita bisa terkena kesurupan?
Bisa sangat banyak variabelnya, ada yang hanya beberapa menit lalu sembuh total, ada yang beberapa jam baru sembuh total, ada yang bisa berulang kali kambuhnya, bisa juga sakitnya berbulan bulan, dimana antara sembuh dan terkena kesurupan sulit ketahuan oleh mata yang awam, karena jinnya mengikuti terus dan hanya melakukan penetrasi kalau suasananya memungkinkan bagi si jin itu.

Dimana tempatnya orang bisa terkena penyakit KESURUPAN?
Biasanya orang terkena kesurupan di tempat yang relative anker atau memang dikenal tempat pemukiman para mahluk halus misalnya :  Pekuburan, Rumah yang sudah lama tak dihuni, Kebun Raya, Hutan Belantara, Pegunungan, Laut Kidul, Pohon Besar yang angker, Batu Besar yang angker, dll lagi.

Tapi pada beberapa kasus tertentu bisa terjadi di sekolah, di pemukiman penduduk yang ramai, di pasar, di tempat yang dianggap sacral.  Bahkan dimana saja kapan saja sekarang ini orang bisa terkena kesurupan.

Bagaimana PROSES TERJADINYA KESURUPAN?
Sesuai dengan HUKUM ALAM THE LAW OF ATTRACTION, dan HUKUM SEGITIGA SEBAB AKIBAT, dimana semua penyakit, musibah kecelakaan, penderitaan sebenarnya ditarik oleh Pola Pikir dan Perilaku si penderita sendiri, maka sebenarnya PENYAKIT KESURUPAN, disebabkan oleh Pikiran Negatif dan Perilaku manusianya yang kurang taat kepada Kaidah Agamanya masing masing.

Secara alami gelombang elektromagnetik yang terpancar setiap saat selama 24 jam sehari semalam, dari milyaran selsaraf diotak manusia itu akan ditafsirkan sebagai UNDANGAN kepada energy sejenis yang negative dialam semesta,  yaitu enerji jin dimanapun mereka berada…

Mereka si Jin ini merasa mendapat UNDANGAN dari ALAM PIKIRAN MANUSIA TERSEBUT,  lalu datang dan secara halus maupun kasar, mengambil alih KENDALI DAN KONTROL ATAS  SARAF OTONOM DAN  MOTORIK MANUSIA YANG BERADA DALAM OTAK MANUSIA…

Kalau kita bisa berdialog dengan Jin tersebut dengan metoda tertentu, mereka alasannya selalun KLISE,  ada yang katanya kasihan melihat simanusia yang sedang sedih, menderita bathin dll, ingin menolong dengan caranya sendiri,  ada yang katanya iseng cuma mau mampir sejenak,  ada yang katanya dikencingin oleh manusianya dirumahnya di batu atau pohon tertentu,  atau merasa kediamannya terganggu diinjak injak oleh manusianya,  ada juga mengaku arwah gentayangan yang matinya tak sempurna karena tertabrak mobil,  minta disempurnakan,  ada yang katanya arwah leluhur dari manusianya,  hanya sekedar nengok keturunannya…tapi umumnya para jin tersebut tidak berniat betul betul mau membunuh si manusianya/penderita sakit,  paling hanya memperingatkan,  kasian dan butuh perhatian saja. Setelah dilakukan dialog dan terapy secukupnya,  tanpa perlua kekerasan,  mereka mau meninggalkan Otak sipenderita, sehingga Otak penderita sarafnya bekerja kembali secara normal.

Bagaimana cara belajar mengobati PENYAKIT KESURUPAN?
Cara belajarnya sebenarnya sangat sederhana,  karena pada dasarnya,  setiap manusia dikaruniai FITRAH  kwalitas Jasmani dan Rochani/Enerji Kehidupan yang tertinggi dibandingkan seluruh mahluk Tuhan lainnya diatas Bumi ini.

Manusia dikaruniai Organ Tubuh yang bernama Otak yang memiliki KEKUATAN PIKIRAN YANG SANGAT DAHSYAT, tempat dimana ENERJI ILLAHIAH menempel di Lymbic Sistem,  yang mengontrol semua SISTEM SARAF MOTORIK DAN SISTEM SARAF OTONOM, yang mampu mengontrol dan mengendalikan seluruh kerja Organ Tubuh manusia seperti JANTUNG, PARU PARU, HATI, GINJAL, PANKREAS,  HORMON,  PEREDARAN DARAH,  SUSUNAN SARAF…

IKUTI…!!!
PELATIHAN SENI MENGOLAH KEKUATAN PIKIRAN & QOLBU
QUANTUM MIND TECHNOLOGY“.
INFO LENGKAP KLIK DI SINI…

Otak manusia juga diberi kelengkapan kemampuan ANALISA,  BERPIKIR,  MERASAKAN,  INTUISI,  BELAJAR ILMU TUHAN,  tidak seperti mahluk lainnya.

Manusia memiliki KWALITAS FISIK DAN MENTAL LEBIH UNGGUL DAN LEBIH KUAT DARI MAHLUK LAINNYA, TERMASUK JIN…

Karena itu sebenarnya Jin itu takut kepada mahluk manusia, kalau manusianya selalu MENJAGA KWALITAS FITRAHNYA, dengan cara SELALU TAAT KEPADA KAIDAH AGAMANYA MASING MASING, selalu Beriman dan Taqwa kepada Allah SWT…

Karena itu, mereka yang ingin belajar MENGOBATI PENYAKIT KESURUPAN, hanya tinggal MENINGKATKAN KEIMANAN DAN KETAQWAAN KEAPADA TUHAN YME DAN BELAJAR ILMU RUKYAH/BACA AYAT SUCI AL QURAN TERKAIT DENGAN KHUSU, PENUH KEYAKINAN DAN KETULUSAN….

Untuk mengobati penyakit kesurupan, tak perlu susah payah belajar ilmu TD Nur Illahi dll yang sangat lama dan berisiko tinggi, CUKUP KEMBALIKAN FITRAH DIRI ANDA SEBAGAI MANUSIA CIPTAAN TUHAN YANG PALING UNGGUL DAN BERKWALITAS DENGAN MELAKSANAKAN RUKUN ISLAM DAN RUKUN IMAN DENGAN BAIK DAN BENAR, DITAMBAH BELAJAR ILMU RUKYAH …itu saja. Untuk mempelajari Panduan Terapi Ruqyah Secara Mandiri, silahkan baca di SINI..

Kalau mau belajar mengobati PENYAKIT TERKENA SANTET DAN GUNA GUNA, itu lain lagi, perlu perkuatan BERBAGAI ILMU TENAGA DALAM/BATIN dari seorang Guru yang baik dan benar. Kekuatan enerji Santet jauh lebih kuat dari hanya Kesurupan, karena ENERJI SANTET/GUNA GUNA ADALAH SINERJI/KERJASAMA ANTAR ENERJI JIN DAN ENERJI JAHAT MANUSIA YANG DAHSYAT…. kerjasama antara manusia jahat dan jin jahat menjiptakan sebuah KEKUATAN ENERJI SETAN YANG SANGAT BERBAHAYA, bisa membunuh baik sikorban ataupun mereka yang nekad mengobati tanpa kekuatan batin , lindunganTuhan dan ilmu yang memadai.

Bagaimana MENCEGAH TERKENA PENYAKIT KESURUPAN?
Agar kita tercegah terkena penyakit KESURUPAN, disamping selalu beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME dengan taat pada semua perintah dan menjauhi larangannya, kita harus perhatikan beberapa hla dibawah ini:

  • Hindari kencing dan buang air besar sembarangan disebuah hutan atau semak belukar yang sepi, atau dibawah pohon dan batu besar,  yang mungkin kediaman jin.
  • Hindari kebiasaan pergi kekuburan untuk hanya meminta berkah dari  arwah almarhum, tapi kalau mau justru kirimilah dengan  doa.
  • Hindari kebiasaan/budaya lama membakar kemenyan, memberikan sesajen kepada arwah leluhur, Danyang/penguasa jin setempat, baik dirumah, dipekarangan ataupun dipekuburan.
  • Hindari bekerjasama dengan Jin Islam apapun, termasuk Khodam yang sering diperjual belikan.
  • Jangan menyimpan dan memberikan sesajen pada benda pusaka seperti keris,  golok,  tombak,  batu cincin dll baik di rumah maupun di kantor.
  • Jangan memakai dan menyimpan cincin berbatu sakti yang diyakini berisi jin sakti seperti Keong Buntet, Rantai Babi,  dll.
  • Jangan menyimpan atau memakai isim /jimat bertuliskan Huruf Arab.
  • Jangan suka bermain mengundangn jin/arwah seperti jalangkung Jalangse,  dll.
  • Jangan mau dijadikan media untuk menghadirkan arwah leluhur.
  • Jangan mau diajak bekerjasama dengan jin apapun, termasuk jin Islam, haram hukumnya.

Mengapa manusia bisa terkena PENYAKIT KESURUPAN?
Manusia bisa terkena kesurupan karena kondisi fisik dan mentalnya yang lemah,  Saraf di Otaknya lemah,  stress,  depresi,  tekanan batin,  pikiran negative,  ceroboh,  kwalitas Keimanan dan Ketaqwaannya rendah.  Secara tak disadari,  enerji negatif  gelombang elektromagnetik yang terpancar dari Otaknya akan menarik enerji Setan ke Otaknya.

Mengapa PENYAKIT KESURUPAN BERBAHAYA?
Karena akan lebih merusak kondisi mental dan fisiknya. Fisik akan semakin lemah, bisa melakukan bunuh diri, sarafnya akan rusak dan bisa jadi gila….

Mengapa bekerjasama dengan jin Islam dilarang?
Karena memang hukumnya HARAM menurut Islam, karena akan bisa menggeser Keimanan dan ketaqwaan Kepda Tuhan YME dengan memberhalakan JIN/KHODAM yang kita ajak kerjasama. Bisa membawa sirik dan musrik.

Memang Nabi Sulaiman memiliki kemampuan memerintah Jin, tapi nabi Sulaiman memang diberikan Mukjizat oleh Allah untuk itu. Jadi tak akan kalah. Kalau manusia biasa, biasanya akan bergeser menjadi sirik.

Demikian tulisan ini dibuat berdasarkan berbagai referensi, terutama pengalaman sebagai PENYEMBUH SPIRITUAL SELAMA SEKITAR 40 TAHUN LEBIH….

Referensi Tulisan :

PENJAGAAN ALLAH

The Guardian Angel

PENJAGAAN ALLAH

Barangsiapa yang doanya ingin dikabulkan ketika tertimpa kesusahan dan mendapat cobaan, hendaklah ia banyak berdoa ketika senang.” (HR. Tirmidzi dan Hakim)

Jagalah Allah, niscaya Dia menjaga kamu. Jagalah Allah, niscaya kamu dapati Dia di hadapanmu.” (Pesan Nabi kepada Ibnu Abbas)

Nabi Sulaiman AS pernah mengatakan, ”Kami telah pelajari ilmu apa pun yang telah dipelajari manusia dan ilmu-ilmu yang belum dipelajari manusia. Ternyata, kami tidak mendapatkan (sesuatu pun) yang sehebat penjagaan Allah, baik di alam gaib maupun di alam nyata.”

DUA BENTUK PENJAGAAN :
Para ulama mengatakan bahwa ada dua bentuk penjagaan Allah SWT itu.

Pertama, menjaga seorang hamba menyangkut kepentingan duniawinya, seperti menjaga fisiknya, anaknya, keluarganya, atau harta bendanya. Allah SWT berfirman, ”Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.” (Ar-Ra’d: 11).

Penjagaan Allah seperti disebutkan dalam ayat tadi pernah dialami oleh seorang suci bernama Ibrahim bin Adham. Diceritakan, suatu kali Ibrahim bin Adham tertidur di sebuah kebun, sementara di sampingnya ada ular berbisa yang di mulutnya ada seikat bunga narsia. Ular itu terus menggelosor-gelosor sampai sang sufi terbangun.

Kedua, dan inilah bentuk penjagaan Allah yang paling agung, yaitu menjaga hamba dalam hal agamanya dan keimanannya. Sehingga, dalam hidupnya ia terjaga dari hal-hal yang syubhat yang menyesatkan, dari syahwat yang diharamkan dan di saat sakaratul maut pun agamanya tetap terjaga sehingga dia wafat dalam keadaan beriman.

Maka, berbahagialah orang yang dijaga Allah, sehingga hatinya terjaga dari berbagai keraguan, terjaga dari syirik dan nifaK, terjaga dari kebingungan dan kebimbangan, terjaga dari setiap ideologi yang diselinapkan dan merusak akidah.

Wallahu A’lam

Panduan Ruqyah Mandiri

ruqyahApa itu Ruqyah..?
Ruqyah (dengan huruf ra’ di dhammah) adalah yaitu bacaan untuk pengobatan syar’i  (berdasarkan riwayat yang shahih atau sesuai ketentuan ketentuan yang telah disepakati oleh para ulama) untuk melindungi diri dan untuk mengobati orang sakit.  Bacaan ruqyah berupa ayat ayat al-Qur’an dan doa doa yang telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Tidak diragukan lagi, bahwa penyembuhan dengan Al-Qur’an dan dengan apa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berupa ruqyah merupakan penyembuhan yang bermanfaat sekaligus penawar yang sempurna bagi penyakit hati dan fisik dan bagi penyakit dunia dan akhirat. Bagaimana mungkin penyakit itu mampu melawan firman-firman Rabb bumi dan langit yang jika firman-firman itu turun ke gunung makai ia akan memporakporandakan gunung gunung. Oleh karena itu tidak ada satu penyakit hati maupun penyakit fisik melainkan ada penyembuhnya.

Allah berfirman, “Katakanlah, ‘AlQur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang orang yang beriman.’” (Qs. Fushilat: 44)

Dan di surah Al Isra’ 82, “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang orang yang beriman.”

Dan di surat Yunus ayat 57, “Hai sekalian manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian pelajaran dari Rabb kalian, dan penyembuh bagi penyakit penyakit (yang berada) didalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Qs. Yunus: 57)

Pada masa jahiliyah, telah dikenal pengobatan ruqyah.  Namun ruqyah kala itu banyak mengandung kesyirikan. Misalnya menyandarkan diri kepada sesuatu selain Allah, percaya kepada jin, meyakini kesembuhan dari benda benda tertentu, dan lainnya. Setelah Islam datang, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallammelarang ruqyah kecuali yang tidak mengandung kesyirikan,

‘Auf bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata, “Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang hal itu?’

Beliau menjawab, ‘Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu tidak mengapa selama tidak mengandung syirik’.”(HR. Muslim no. 2200)

Al-Qurthubi rahimahullahu berkata, “Hadits menunjukkan bahwa hukum asal seluruh ruqyah adalah dilarang, sebagaimana yang tampak dari ucapannya: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala ruqyah.’ Larangan terhadap segala ruqyah itu berlaku secara mutlak. Karena di masa jahiliyyah mereka meruqyah dengan ruqyah-ruqyah yang syirik dan tidak bisa dipahami maknanya. Mereka meyakini bahwa ruqyah-ruqyah itu berpengaruh dengan sendirinya. Ketika mereka masuk Islam dan hilang dari diri mereka yang demikian itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang mereka dari ruqyah secara umum agar lebih mantap larangannya dan lebih menutup jalan (menuju syirik). Selanjutnya ketika mereka bertanya dan mengabarkan kepada beliau bahwa mereka mendapat manfaat dengan ruqyah-ruqyah itu, beliau memberi keringanan sebagiannya bagi mereka. Beliau bersabda, ‘Perlihatkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Tidak mengapa menggunakan ruqyah-ruqyah selama tidak mengandung syirik’.

DOWNLOAD PANDUAN RUQYAH MANDIRI, EBOOK, MP3, AUDIO, & VIDEO. KLIK DI SINI…

CARA TERAPI AUDIO MANDIRI

Berikut ini prosedur pelaksanaannya :

A. Persiapan Tempat

  1. Pastikan tempat anda melakukan terapi tidak ada gambar/patung makhluk bernyawa (jika ada turunkan dan simpan dahulu)
  2. Pastikan lokasi tidak bising, tidak ada suara musik
  3. Pastikan tempatnya bersih, rapi dan harum
  4. Bentengi tempat anda melakukan terapi dengan membacakan Ayat Kursi sebanyak 7 x dengan niat membentengi tempat dari semua energi negatif/ serangan jin/sihir.

B. Persiapan lahir Bathin

  1. Mandi terlebih dahulu, pakailah pakaian yang bersih dan gunakan minyak wangi untuk pengharum badan
  2. Shalat 2 rakaat, lalu lakukan dzikir yang biasa kita lakukan setelah sholat, lalu bacalah shalawat nabi 3 kali lalu ta’awudz dan ucapkan doa :JIKA ANDA SAKIT KARENA GANGGUAN SIHIR/JIN :
    Ya hakiimu Ya ‘aliimu Ya ‘Aliyyu Ya ‘Azhiimu !” 3 x.
    ya Allah Ya Tuhanku, hambamu memohon untuk diberi pertolongan dan kekuatan untuk membakar habis semua benda-benda sihir, semua ikatan sihir, semua kotoran-kotoran sihir, semua makhluk-makhluk negatif pembawa sihir, hingga tidak punya daya kekuatan lagi untuk menyakiti hambamu ini dan lindungilah hambamu ini dari kembalinya sihir pada diriku ini. Tiada daya upaya kecuali pertolongan Engkau Ya Allah Ya Robbal’alamiin…….”

    JIKA ANDA SAKIT FISIK ucapkan doa :
    ” Ya hakiimu Ya ‘aliimu Ya ‘Aliyyu Ya ‘Azhiimu !” 3 x.”
    Ya Allah Ya Tuhanku, hambamu ini memohon untuk diberi pertolongan dan kekuatan untuk menyembuhkan sakit ………………….. (sebutkan sakit apa), Sembuhkanla secara sempurna ya Allah, kesembuhan tanpa meninggalkan penyakit. Tiada daya upaya kecuali pertolongan Engkau Ya Allah Ya Robbal’alamiin…….

  3. Baca doa pembentengan diri, dengan membacakan 3 Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Naas 3 x) di kedua telapak tangan lalu usapkan keseluruh tubuh 3 kali)
  4. Pastikan kondisi kejiwaan dalam keadaan stabil (tidak dalam keadaan marah, stress dll)
  5. Terapi ini memerlukan kesadaran penuh, konsentrasi dari pasien, maka jika ada pasien yang tidak dapat mengontrol dirinya (tidak sadar/kesurupan) ketika mendengarkan lebih baik tidak melakukan tekhnik ini dan harus diruqyah oleh praktisi ruqyah yang berpengalaman

C. PELAKSANAAN TERAPI

1. Download File yang berisi audio RUQYAH

2. Sesudah mendownload lalu instal MP3 di HP atau VCD. jika didalam HP kenakan headset dan jika di VCD Player dekatkan speaker di tubuh kita.

3. Berbaringlah secara nyaman, kepala dialasi bantal dengan tubuh terlentang (tangan dan kaki luruskan) bacalah TA’AWUDZ dan doa:

حَسْبُنَااللهُ وَنِعْمَ الْوَ كِيْلُ،نِعْمَ الْمَوُلَىوَنِعْمَ النَّصِيْرُ

Cukuplah Allah bagi kami dan dia sebaik-baik pemimpin, sebaik-baik pelindung, sebaik penolong.”

4. Lemaskan seluruh tubuh, tariklah nafas dalam-dalam lalu lepaskan pelan-pelan beberapa kali sampai merasa tenang dan rileks, lalu putarkan audio ruqyah MP3, dengarkan selama 15-30 menit.
5. Dengarkan dengan khusyuk dan waspadai jika ada reaksi/sensasi pada tubuh kita

D. JIKA ADA REAKSI/SENSASI

1. KASUS SIHIR/GANGGUAN JIN
Untuk kasus sihir yang berat biasanya ada reaksi keras selama mendengarkan audio MP3 ruqyah ini, dalam keadaan berbaring, pasien bisa bergetar/kesemutan/kedutan/menusuk pada salah satu bagian tubuhnya. Ketika ada reaksi bergetar/kesemutan/kedutan/menusuk pada salah satu bagian tubuh maka dibagian tersebut sudah terkumpul semua penyakit, energi negatif, benda-benda sihir, makhluk-makhluk negatif (jin/setan).

Jika ada yang bergetar/kesemutan/kedutan/menusuk konsentrasikan fikiran kita untuk fokus pada bagian tubuh yang bergetar/kesemutan/kedutan/menusuk itu dan niatkan agar energi ruqyah terfokus/terproyeksi ke bagian tubuh yang bergetar/kesemutan/kedutan/menusuk.

Contoh : Selama mendengarkan tangan kiri kesemutan maka fokuskan fikiran kita ke tangan kiri lalu niatkan agar energi ruqyah terproyeksi ketangan kiri untuk membakar habis energi negatif yang ada ditangan kiri kita. terus fokuskan fikiran sampai rasa bergetar/kesemutan/kedutan/menusuk itu hilang.

2.KASUS PENYAKIT FISIK
Pusatkan fikiran/fokus pada lokasi dimana anda menderita penyakit niatkan agar getaran energi ruqyah membakar habis seluruh segala hal yang menjadi penyebab sakit dan menyembuhkan seluruh tubuh fisik dan eterik kita. WASPADAI JIKA ada sensasi kesemutan, kedutan, sakit menusuk dll jika ada perkuat lagi konsentrasi kita pada bagian yang bereaksi tersebut.

Contoh : Anda menderita kanker payudara, maka pusatkan titik konsentrasi pada payudara kita. Gunanya memusatkan titik konsentrasi agar energi ruqyah terfokus kekuatannya untuk mematikan semua sel kanker tersebut. Jika payudara anda terasa panas, sakit menusuk itu proses penyembuhan tetap fokus dan konsentrasi.

KESIMPULAN
Semua memerlukan kesadaran penuh dari pasien sebab jika pasien lalai dan mengantuk, atau fikirannya melayang-layang, tidak fokus/khusyuk maka hasilnya akan sia-sia, begitu pula jika pasien langsung hilang kesadarannya seperti kesurupan maka hasilnya tidak akan maksimal. Ada banyak kasus tidak berhasilnya terapi ruqyah mandiri lewat audio ruqyah disebabkan karena hal diatas atau tidak melakukan fokus konsentrasi dengan baik pada daerah yang bereaksi keras.

Jika terasa perut mual dan mau muntah duduklah dan siapkan plastik lalu fokuskan konsentrasi fikiran pada wilayah perut dengan pinggang lurus tidak membungkuk, niatkan agar seluruh penyakit keluar lewat muntahan.

Setelah melakukan tekhnik penyembuhan dengan audio ruqyah, duduklah dan bacakan 3 qul ( A-Ikhlas, Al-Falaq dan An-naas 3 x) ditelapak tangan lalu tiup. Setelah itu lakukan tekhnik usapan/sapuan membuang penyakit (lagi saya susun) untuk membuang sisa-sisa pembakaran/penyembuhan penyakit agar keluar dari tubuh fisik dan eterik. Sebab jika tidak dikeluarkan akan menjadi penyakit bagi diri kita.

Istiqamahlah melakukan tekhnik ini setiap hari sampai sakit anda sembuh…….

SEJARAH PERDUKUNAN DARI MASA KE MASA

Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu, dan kepada apa yang telah diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut. Padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syetan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (QS. an-Nisa’: 60).

Para ulama tafsir berbeda pendapat dalam memaknai kalimat “Thaghut” pada ayat di atas. Banyak di antara mereka memaknai thaghut itu dengan dukun. Di antara ulama tafsir yang memaknai thaghut dengan dukun adalah: Ibnu Abbas, Sa’id bin Jubair, Ikrimah, Abul ‘Aliyah, dan Imam Qatadah (Tafsir al-Qurthubi: 5/248). Jadi masyarakat pada zaman dahulu lebih suka untuk mendengar omongan dukun dalam menyelesaikan suatu masalah, dari pada kembali kepada wahyu yang telah diturunkan Allah melalui para rasul-Nya.

Sejak dahulu, dukun sudah mendapatkan tempat di tengah kehidupan masyarakat. Tidak hanya pada zaman sekarang atau di zaman Rasulullah. Jauh sebelumnya pun, dukun sudah mempunyai peran di hati masyarakat yang menggandrunginya. Bagi mereka dukun adalah tempat untuk menyele­saikan masalah. Tempat untuk meminta saran dan pendapat. Tempat untuk menunjang keberhasilan dan kesuksesan yang mereka inginkan.

Dukun di Masa Nabi Musa
Pada zaman Fir’aun misalnya. la melibatkan para dukun untuk menopang kelanggengan kekuasaannya. Fir’aun telah menjadikan para dukun ternama dan terhebat sebagai penasihat spiritualnya. Fir’aun dibuat kalang-kabut saat para dukun menafsirkan isi mimpinya.

Ibnu Abbas berkata, “Setelah Fir’aun bermimpi, pada pagi harinya Fir’aun mengumpulkan dukun-dukunnya. (Setelah mendengar isi mimpi Fir’aun), para dukun itu mengatakan, ‘Pada tahun ini akan lahir seorang anak laki-laki, ia kelak akan menggulingkan kekuasaanmu”. Serta merta Fir’aun memutuskan bahwa setiap seribu wanita, harus dijaga seratus tentara. Setiap ada seratus wanita, dijaga sepuluh tentara. Setiap ada sepuluh wanita, harus dijaga seorang tentara. Lalu ia memerintahkan, ‘Perhatikan dengan seksama setiap wanita hamil di wilayah ini. Apabila telah melahirkan, lihatlah. Kalau bayinya laki-laki, maka sembelihlah. Dan kalau bayinya perempuan, maka biarkanlah. (Tafsir Jami’ul Bayan: 1/272).

Saat menghadapi Nabi Musa, Fir’aun mengerahkan semua dukun dan tukang sihirnya. Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan, jumlah dukun dan tukang sihir waktu itu mencapai 80.000 personil.

Jumlah yang sangat banyak itu dibagi menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok dipimpin dukun dan tukang sihir terhebat. Yaitu, Sabur, Adzur, Hath dan Mushaffa. Sungguh merupakan jumlah yang sangat banyak. Tapi dukun yang dimiliki Raja Persia lebih banyak lagi. Jumlahnya mencapai 360 orang. Itulah sebagian cara mereka untuk melanggengkan kekuasannya.

Dukun di Masa Nabi Yusuf
Begitu juga raja yang memerintah pada zaman Nabi Yusuf. la menjadikan para dukun sebagai rujukan utama dalam menghadapi berbagai problema. Hanya saja para dukun raja waktu itu tidak mampu menafsirkan mimpi sang raja, saat ia bermimpi dengan mimpi yang cukup aneh (Lihat QS. Yusuf: 43-49). Mereka menganggap isi mimpi raja sangat ruwet untuk ditafsirkan, dan ada juga yang mengatakan bahwa mimpi sang raja hanyalah bunga tidur atau mimpi kosong tak punya arti. Akhirnya Nabi Yusuf-lah yang bisa menafsirkan mimpi sang raja itu.

Raja yang memerintah pada zaman Nabi Yusuf pada suatu malam bermimpi. Lalu ia mengumpulkan para dukun dan peramal, dan para pejabat teras kerajaan serta para pembesar. Lalu sang raja menceritakan mimpinya, setelah itu ia bertanya tentang arti mimpinya. Tapi tak satu pun yang hadir mengetahui secara persis arti mimpi itu. Bahkan kebanyakan mereka mengatakan bahwa itu hanyalah mimpi yang kacau dan sulit ditafsirkan. Pada saat itulah, seorang pemuda yang pernah satu sel dengan Nabi Yusuf ingat akan Nabi Yusuf. Padahal sebelumnya syetan telah membuatnya lupa. Lalu ia memberitahukan kepada sang raja bahwa ada orang yang bisa menafsiri mimpinya itu, dialah Nabi Yusuf. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir. 2/481)

Dukun di Masa Rasulullah, Muhammad.
Fenomena praktik perdukunan yang marak juga didapati pada masa Jahiliyyah, sebelum Muhammad diutus sebagai Nabi dan Rasul. Imam as-Suddi berkata, “Pada zaman Jahiliyyah banyak dukun-dukun. Apabila ada seseorang ingin melakukan perjalanan jauh, atau menikah, atau mewujudkan keinginan lainnya, ia mendatangi dukun. Lalu dukun itu memberinya mangkok. Kemudian mangkok itu dipukul, apabila keluar sesuatu yang menarik, maka ia pun meneruskan keinginannya. Tapi bila keluar sesuatu yang tidak disukai, maka ia pun membatalkan keinginannya. (Tafsir Jami’ul Bayan : 6/ 77).

“Para dukun banyak bertebaran di wilayah Arab, karena banyak manusia yang berhukum ke mereka ketika ada masalah. Saat mereka punya bayi, mereka mendatangi dukun untuk bertanya seputar masa depan sang anak. Pasar Ukazh yang terkenal saat itu banyak dipenuhi praktik perdukunan.” (Lihat Kitab al-Mufashshal fi Tarikhil ‘Arab Qablal Islam: 61/773).

Sebagaimana yang dinukil oleh Ibnu Hajar dalam kitabnya, Imam al-Khatthabi berpendapat, “Praktik perdukunan merajalela dan menjamur di masa Jahiliyyah – khususnya di bangsa Arab – karena terputusnya risalah kenabian di kalangan mereka.” (Fathul Bari: 10/ 217). Kalau kita membuka sejarah perdukunan di wilayah Rasulullah dilahirkan, maka akan kita temukan banyak nama-nama dukun yang hebat dan terkenal di kalangan mereka. Seperti Syaq dan Suthaih, Aus bin Rabi’ah, Nufail Ibnul ‘Uzza, Sawad bin Qarib ad-Dausi, Ibnu Shayyad, Urwah bin Zaid al-Azdi, Haritsah, Juhainah dan masih banyak nama-nama lainnya. (Lihot Kitab al-Mufashshal fi Tarikhil ‘Arab Qablal Islam: 6/ 360).

Dukun di Masa Sekarang
Pada zaman kita sekarang, praktik perdukunan juga banyak. Bukan karena terputusnya wahyu. Tetapi karena jauhnya masyarakat dari ajaran wahyu (Al-Qur’an), serta keengganan mereka untuk mempelajari dan mengamalkannya. Jumlah mereka jutaan, tersebar di seantero bumi nusantara ini. Ada seorang dukun ternama yang pernah menyampaikan ke Majalah Ghoib, bahwa Jumlah personil dukun yang bernaung dalam kelompoknya berjumlah lebih dari 13 juta personil. Itu hanya satu paguyuban, belum lagi paguyuban dan kelolmpok lainnya yang tidak dibawah naungannya.

Tidak semua dukun yang membuka praktik perdukunan benar-benar seorang dukun. Tidak semua dukun dibantu oleh jin dalam praktiknya. Tidak semua dukun menguasai ilmu-ilmu mistik atau supranatural. Di antara mereka banyak juga yang hanya modal nekat. Karena susah cari pekerjaan atau sulit mencari penghasilan, akhirnya dengan intrik dan rekayasa serta trik tersembunyi mereka membuka praktik perdukunan.

Imam al-Khatthabi mengklasifikasikan praktik perdu­kunan yang ada pada zaman Rasulullah menjadi empat bagian. Pertama, dukun yang berkolaborasi dengan jin. Dalam praktiknya, dukun tersebut selalu mendapatkan pasokan berita dari jin yang telah mencuri kabar dari langit, ada kerjasama dan keterikatan antara keduanya. Kedua, dukun yang terkadang saja dibantu oleh jin. Jin datang untuk mendikte dan menyetirnya. Ketiga, dukun yang bersandar kepada tebakan, perkiraan dan sangkaan. Keempat, dukun yang praktiknya bersandar pada pengalaman dan kebiasaan semata. la mengaitkan masalah yang ada dengan masalah serupa yang telah terjadi atau telah dialaminya. (Fathul Bari: 10/218).

KH. Abdul Wachid yang pernah terjun dalam praktik perdukunan, dan sekarang terus aktif memberantas praktik perdukunan, mendakwahi para pelaku pedukunan yang masih aktif membuka praktik, ternyata ia menemukan tipe-tipe dukun yang diklasifikasikan oleh Imam al-Khatthabi. Tidak semua dukun mempunyai kekuatan mistik. Dan yang paling banyak adalah mereka yang menggunakan intrik.

Menurut pengalaman dan hasil survei Gus Wachid seputar praktik perdukunan yang ada di Indonesia, dukun-dukun yang ada itu ada tiga macam.

1. Dukun yang bisa menguasai jin.
Gus Wachid berkata, “Saya pernah seperti itu. Jin itu bisa saya perintah. Dengan ilmu ‘karamah’ yang saya punya. Dengan konsentrasi penuh, kita mendatangkannya, kemudian kita bisa memerintahnya. Tapi luar biasa lelahnya setelah ritual itu selesai. Terkadang saya gunakan cara ini untuk mengobati orang yang terkena jin. Jadi saya gunakan jin untuk mengusir jin atau untuk mengetahui sebenarnya apa yang diinginkan oleh jin yang masuk dalam jasad orang itu.

2. Dukun yang dikendalikan jin.
Kata Gus Wachid, “Ciri kategori ini, biasanya yang bersangkutan harus kesurupan dulu dan itu bisa dikenali dengan suaranya yang berubah. Saya sempat akrab dengan orang-orang seperti itu. Saya pernah kemalingan, saya berusaha mencarinya tetapi tidak ketemu. Akhirnya saya pernah minta bantuan orang yang mempunyai kemampuan kategori kedua ini, di saat saya kehilangan mesin ketik.

3. Dukun yang tidak bisa apa-apa.
Mereka bisanya hanya goroh, gedabrus thok (hanya penipu, pembual). Gus Wachid berkata, “Wallahi, dukun kategori inilah yang paling banyak. Saya bisa mengetahuinya, karena kalau ada orang yang mengaku sakti, langsung saya cek dengan kekuatan ‘karamah’ yang pernah saya pelajari. (Sambil membuka telapak tangan di hadapkan ke orang yang dituju seraya baca wiridnya. Dan saya akan merasakan seperti kesetrum jika ada isinya)”.

Dukun kategori manapun, kita dilarang oleh Rasulullah untuk mendatanginya, bertanya kepadanya, apalagi membenarkan apa yang dikatakannya. Baik itu dukun mistik maupun dukun intrik. “Barangsiapa yang mendatangi dukun atau peramal, ialu membenarkan apa yang dikatakannya. Maka ia telah kufur terhadap apa yang telah diturunkankepada Muhammad (al-Qur’an dan al-Hadits).” (HR. Ahmad dan dishahihkan al-Albani).

Majalah GHOIB Edisi Khusus “Dukun-Dukun Bertaubat”

Kupas Tuntas Trik Perdukunan

Pengakuan Seorang Dukun:

Di halaman ini anda akan menemukan trik-trik kesuksesan kami dan paranormal lain dalam memperdayai para pengikut dan pasiennya:
Sebagai layaknya seorang dukun, bomo, paranormal, orang pintar, atau apapun namanya, kami melakukan banyak kebohongan-kebohong an kepada publik supaya mereka tetap memberikan sikap positif terhadap kami bahkan tidak sedikit dari mereka menganggap kami sebagai seorang wali yang keramat.

Berikut ini adalah penjelasan2 pendek dari trik2 kami:

1. forum internet
Kami membuka forum di internet pada awal tahun 1999 sampai awal tahun 2000, dimana pengunjung bebas mengajukan pertanyaan kepada kami seputar topik supranatural. Dalam setengah tahun, kami melayani 20 sampai 35 pengunjung perhari dari sekitar 250 members yang terdaftar dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Brunei, Malaysia, Belanda, Australia dsb. Akhirnya pada awal 2000, kami menutup forum tersebut karena salah satu dari anggota guru yang berkecimpung di bidang komputer/internet, mendapatkan tugas ke kota Padang untuk membantu salah satu pejabat pemerintah di sana dalam masalah supranatural.

Peringatan2: Ilmu sihir memang benar keberadaannya tapi tinggi nya ilmu tersebut selalu tidak pernah sebanding dengan tinggi kebohongan-kebohong an orang yang mempunyai ilmu tersebut karena maksud-maksud komersial.

2. Pasien palsu
Salah satu surat kabar lokal, yang kebetulan wartawannya adalah pasien kami, pernah mewawancara kami. Sebelum kunjungan wawancara tsb, kami sengaja membuat suatu drama instan dengan kegiatan-kegiatan rihersal dimana salah satu anggota padepokan kami rekayasa untuk menjadi seorang pasien yang bisa kami sembuhkan secara cepat serta menebak-nebak masalah yang sang pasien hadapi.

Drama ini cukup berhasil karena anggota kami yang menyamar menjadi pasien dan berpura-pura kemasukan setan, membuat sang wartawan terkagum-kagum karena kami bisa sembuhkan secara cepat. Setelah seminggu, kami bangga melihat foto adegan tersebut di koran dengan beberapa kolom yang merangkum tentang kehebatan padepokan kami. Kamipun merasa senang karena hal tersebut merupakan fasilitas yang diberikan kepada kami untuk melakukan kampanye pemasaran secara gratis.

3. Pasien fiktif (Artis, politisi, usahawan dll)
Salah satu trik kami dan paranormal lainnya yaitu kami sering mengumbar tentang pasien kami dengan cara mengklaim bahwa beberapa politisi dan artis sebagai pasien tetap kami. Ini penting bagi status dan imej perguruan kami dimata para pasien lain karena imej tersebut terbukti mampu membuat kualitas servis dan produk kami seakan-akan menjadi terangkat di mata para tamu dan pasien.

4. Nasihat munafik untuk menutupi sifat-sifat Syirik dalam melakukan praktek-praktek perdukunan/ilmu ghaib diperguruan kami.

Dalam melakukan kemunafikan, terkadang saya sangat merasa bersalah. Saya menganggap diri saya adalah paling rendah di dunia dalam melakukan kemunafikan saya. Kenapa? Karena terkadang saya harus memberikan nasihat-nasihat kosong tentang bahayanya ilmu hitam/sihir dan syirik kepada para pasien/tamu seakan-akan ilmu saya memang benar-benar ilmu yang datang dari Allah dan bisa dipelajari siapa saja.

Sedangkan saya sendiri TAHU bahwa saya adalah salah satu manusia yang menjalankan praktek-praktek keji tersebut. Terkadang saya sering tidur gelisah dalam kebodohan dan beranggapan bahwa saya adalah binatang yang lebih rendah dari segala mahluk Tuhan karena secara sadar saya tahu bahwa perbuatan syirik adalah paling dibenci Allah, sedangkan saya sendiri melakukan hal itu secara sadar dan sengaja.

Waktu itu hati saya telah mati dan hanya memikirkan kenikmatan dunia padahal saya selalu berusaha sembunyi dalam pengetahuan saya. Saya lupa bahwa hidup di dunia hanyalah sekilas dan saya isi hidup saya dengan kedustaan dan kehinaan seperti para dukun dan paranormal lain yang berpura-pura berwibawa didepan publik.

5. Senjata berupa ayat2 dari al-Qur’an dan hadist-hadist PALSU
Setiap jumat kami mengadakan pengajian di ruangan belakang perguruan kami dan banyak peserta pengajian bertanya sekitar ilmu supranatural. Di sini kami sudah menetapkan dua orang guru untuk menghafal beberapa ayat-ayat Quran untuk menepis segala pertanyaan yang bersifat ofensif.

Perlu diingat: terkadang kami kewalahan mendapatkan pertanyaan dan kami melontarkan ayat-ayat tersebut untuk membenarkan mempelajari ilmu ghaib/sihir walaupun terkadang ayat-ayat yang dilontarkan tidak ada hubungannya dengan topik yang sedang diperdebatkan. Sehingga seakan-akan agama membenarkan praktek2 ilmu ghaib.

Salah satu dari guru kami juga sudah mempersiapkan hadist2 dan tabaruk2 palsu yang berisi sejarah kenabian yang sudah kami modifikasi sedemikian rupa untuk pembenaran praktek-praktek sirik yang kami lakukan. Hadist-hadist atau tabaruk-tabaruk ini kami bagikan sebelum acara pengajian ataupun dalam acara-acara spritual lainnya.

6. Moto rahasia kami yaitu ANDA BERTANYA KAMI HARUS MEMBUAL
Itulah sejujurnya misi pernyataan kami dalam menjalankan praktek2 sirik kami. Kenapa? Karena sebetulnya kamipun tidak mengetahui seberapa tinggi ilmu kami dan bisa tidaknya diterapkan kepada masalah/problem masing-masing pasien. Kunci kami sebenarnya yaitu hanya berusaha untuk meyakinan sang pasien saja. Karena dengan cara tersebut, mereka akan terus PERCAYA dengan ilmu-ilmu ghaib yang kami berikan. Bahkan secara moral kami merasa diseret untuk menjawab suatu pertanyaan yang kami tidak pernah mempunyai keahlian didalamnya.

7. Puasa gila dan ilmu fiktif
Saya pernah mendapatkan seorang tamu dari Jakarta yang menginginkan ilmu pedang senja yang kami sebenarnya TIDAK pernah miliki (karena ilmu pedang senja tsb hanya karangan salah satu anggota diperguruan kami). Kebetulan tamu tersebut mendapatkan informasi dari bekas anggota kami yang menetap di daerah rawamangun.

Beliau mampu membayar beberapa juta untuk medapatkan ilmu tersebut yang kami klaim mampu meningkatkan wibawa, rejeki, aura, membaca pikiran orang lain, menarik benda-benda di alam ghaib dan juga mampu menciptakan saudara kembar yang bisa berjalan menembus ruang dan waktu. Saya dan para guru yang lain mendiskusikan untuk mencari jalan keluar bagaimana untuk meyakinkan sang tamu.

Akhirnya kami sepakat dan mengajukan SYARAT-SYARAT GILA yang sangat berat kepada tamu tersebut. Persyaratan gilanya yaitu: berpuasa selama 6 hari sambil bersemedi di alam terbuka bersama 10 orang lainnya. Persyaratan tersebut sengaja kami buat agar kami mempunyai BANYAK ALASAN untuk menggagalkan usaha tamu tersebut dalam menjalani persyaratan- persyaratannya.

Contohnya, diantara 10 orang tersebut, pasti salah satu atau beberapa orang dari mereka tidak akan mampu melakukannya sehingga kami mempunyai alasan untuk menggagalkan usaha-usaha tersebut, lagipula puasa 5 hari di alam terbuka sudah merupakan sesuatu yang SULIT dilakukan oleh orang biasa. Andaikata seluruh peserta puasa tersebut berhasil, kami sepakat untuk mencari alasan-alasan lain yang menyatakan bahwa salah satu dari mereka telah gagal dan tidak kusyuk dalam melakukan usaha tersebut.

8. Gelar-gelar palsu untuk menambah gengsi kami
Salah satu anggota guru kami pernah tinggal di Malaysia selama 2 tahun sebagai tenaga kerja ilegal. Sepulang dari Malaysia, beliau mempunyai sedikit kemampuan berbahasa inggris sehingga seringkali beliau mengaku sebagai sarjana muda dari universitas Al-Azhar, di Mesir.

Ide gila ini dia dapatkan dari ketua dewan guru mahesa kurung di kota Bogor yang bernama LISMAN SUMARDJANI yang mengaku-ngaku dengan bangga sebagai Kyai, haji, insinyur sekaligus bergelar MBA yang belakangan konon salah satu anggotanya sendiri pernah mengakui bahwa beliau tidak mengerti mengenai analisa keuangan secara fundamental sekalipun ketika seseorang menantang untuk membicarakan masalah keuangan di forum.

Beliau juga seorang moderator di forum dengan alamat http://www.mkalm.com. Mungkin karena telah lama bergelut dibidang perdukunan sehingga intelektualitas dan moral edukatif sang pemegang gelar menjadi hilang tanpa bukti. Seperti halnya praktek perdukunan lainnya yang tidak lepas dari pernyataan misi: KEBODOHAN ANDA ADALAH KEUNTUNGAN KAMI.

Peringatan: Jangan pernah terkagum-kagum dengan seorang dukun yang pandai berdebat atau menguatkan argumennya dengan menggunakan ayat-ayat dari kitab suci. Kalau anda baca secara seksama dan perhatikan potongan2 kitab suci tersebut maksudnya dapat berarti luas, dan penempatannya yang salah sebetulnya dapat memporak-porandakan maksud dari ayat2 tersebut. Ingatlah Kebodohan anda adalah keuntungan mereka. Dan Al-Quran tidak pernah membenarkan praktek-praktek perdukunan yang berkedok agama.

9. Membuat kami dikultuskan
kami juga menjual barang-barang padepokan berupa keris, kaos, sabuk, batu cincin, dompet, bahkan foto2 semua guru yang telah kami “isi”. Walaupun penjualan barang-barang tersebut adalah sirik dan paling dilaknat oleh Tuhan, kami pernah melupakanNya DEMI KESERAKAHAN kami akan uang dan kehormatan dari para pasien. Pemikiran yang kami yakini dalam hal ini yaitu: Semakin banyak barang-barang yang mereka beli, semakin keramat kami dimata pasien.

Peringatan: Demi materi dan kehormatan, manusia dapat menipu, mempersekutukan tuhan, menganiaya manusia lain melalui pembodohan, pembunuhan dsb karena mereka merasa segala kesalahan dan dosa dapat dinegosiasikan dengan Tuhan.

10. Ramalan
Dalam hal ramalan, jangan heran kalau kami dan paranormal2 lain meramalkan secara umum (tidak mendetil) karena celah-celah kosong akurasinya bisa kami gunakan sebagai alasan bila ramalan kami meleset. Ini cuma salah satu contoh dari trik-trik murahan yang dilakukan oleh kami dan paranormal lain sejak dahulu. Hal yang kami takuti yaitu bila kami kedatangan tamu untuk meminta nomor judi secara detil. Dan kami MEMBENCI pasien atau tamu yang banyak bertanya mengenai ramalan-ramalan secara detil.

Bila anda mendapati orang yang mengaku bisa melihat keadaan masa mendatang (meramal), tertawakanlah, sinislah, bahkan anggaplah sebagai manusia hina. Bahwa seorang dukun akan menjadi kaya raya melalui permainan option dipasar finansial dan tidak akan menyandarkan hidupnya dari sedekah pasien melalui kebohongan-kebohongan yang dia jual.
Tinggal memilih anda yang ditertawakan oleh peramal atau anda yang mentertawakan mereka.

11. mendiskreditkan perguruan lain
Selama saya menjadi guru di padepokan atau selama saya belajar ilmu sihir, hal-hal yang merupakan keharusan untuk membangkitakan loyalitas para anggota terhadap perguruan kami yaitu dengan cara MENDISKREDITKAN ilmu-ilmu dari perguruan-perguruan lain. hal ini kami lakukan semata-mata karena dunia perdukunan merupakan kompetisi sempurna dimana pasien akan dapat mudah menemukan perguruan atau paranormal lain sehingga hal ini dimaksudkan untuk mencegah arus keluarnya para anggota untuk pindah keperguruan lain.

Jangan heran bila antara perguruan ilmu ghaib selalu saling melecehkan dan mentertawakan satu sama lain karena itu semata-mata disebabkan alasan2: “KITA SAMA-SAMA TAHU TENTANG RAHASIA SESAMA PARANORMAL” dan dalam dunia paranormal terdapat etika-etika tertentu untuk menjaga rahasia strategi masing-masing perguruan. Tak jarang juga Bahkan diantara paranormal seringkali mengirimkan anak buahnya ke perguruan lain dengan cara menyamar sebagai pasien/anggota supaya mereka tahu trik-trik baru yang perguruan lain lakukan.

Mendiskreditkan atau saling mencurigai diantara perguruan yang satu dengan yang lain adalah hal yang normal bagi dunia paranormal/perdukunan. Anda sebagai pasien, mempunyai kontrol penuh untuk melawan atau keluar dari perguruan yang anda rasa telah melakukan hal-hal di luar ajaranNya. Ingat: Jangan pernah anda akan dijadikan objek/ korban, merekalah yang menjadi korban alami sebenarnya karena mereka sumber kebodohan.

12. ilmu karangan berdasarkan kreatifitas imajinasi kami
Jangan heran kalau anda pernah mendengar ilmu-ilmu seperti ilmu pedang senja, ilmu hikmatul rohim, ilmu fathyatul sinai, ilmu selereng pisau dan lain-lain. sebetulnya ilmu itu tidak ada sama sekali dan hanya hasil karangan kami untuk menarik para penggemar ilmu untuk ditukarkan dengan mahar berjumlah ratusan ribu bahkan jutaan. Kamipun telah membuat dongeng-dongeng mengenai sejarah ilmu-ilmu palsu tersebut supaya terdengar lebih prestis.

Peringatan: Ilmu kaya itu tidak pernah paranormal miliki dan tolong gunakan logika anda: Darimana datangnya penghasilan seorang dukun/paranormal yang mengaku memiliki ilmu kaya? ….jawabannya yaitu dari ANDA!!!, yang menjadi korban penipuan mereka.
Bahkan lucunya, beberapa paranormal yang dirinya dan kelurganya gagal dalam hidup dan usaha, seringkali berani menjual ilmu-ilmu kaya kepada publik. Ironis sekali. Pembodohan tersebut merupakan tindakan kriminalitas.

13. Menggunakan kata Khodam
Salah satu senjata dari seorang paranormal/dukun yaitu mereka akan mengajarkan anda untuk meminta sesuatu lewat khodam (makhluk karangan mereka yang konon mereka akui sebagai malaikat tapi keberadaannya tidak ada di dalam Al-Quran) Bahkan mereka membenarkan hal tersebut dengan mengatakan: Khodam sama seperti dokter, mekanik atau manusia-manusia yang mempunyai profesi lain, sehingga kita dibenarkan untuk berinteraksi kepada khodam dengan cara wirid, puasa, semedi atau lelaku lainnya.

Salah satu argumen kami dan paranormal lain yaitu: :”BERINTERAKSI KEPADA KHODAM MELALUI PUASA, AMALAN2, WIRID DSB ADALAH HAL YANG WAJAR SEPERTI HALNYA MEMINTA BANTUAN KEPADA DOKTER. APAKAH MEMINTA PERTOLONGAN DOKTER ADALAH SYIRIK???” (begitulah argumen yang sangat populer di kalangan kami dan paranormal lain untuk membodohi umat)
tidak lupa kami juga seringkali mengatasnamakan Al-Quran dalam melakukan pembodohan-pembodohan yang merugikan untuk menutupi AKAL para pengikut kami.

14. Menumbuhkan SUGESTI para pengikut/pasien kami
INI ADALAH TRIK KAMI YANG PALING PENTING untuk menumbuhkan kepercayaan pasien kepada kami. Misalnya dalam melakukan tipu daya kepada para pasien atau pengikut, sering kami mengajarkan mereka untuk konsentrasi dalam merasakan getaran-getaran GHAIB pada dirinya yang SEBENARNYA TIDAK ADA. Itu hanya sugesti dan perasaan mereka saja.

Anehnya, terkadang mereka “mencari muka” kepada kami sehingga mereka menggerak-gerakan badannya dengan sangat intens bahkan kelihatan seperti orang KESURUPAN. SEMAKIN MEMBERONTAK MEREKA, SEMAKIN PERCAYA DIRI KAMI DIBUATNYA karena tipu daya kami ternyata dapat MEMBANGKITKAN sugesti mereka seakan-akan ada kekuatan lain di dalam diri mereka. Sudah ribuan orang kami perdayai termasuk puluhan orang dari kalangan intelektual dan berpendidikan.

Oleh karena itu kami diperguruan terkadang tertawa geli menyaksikan pertunjukan tersebut yang diakibatkan oleh TERLALU percayanya mereka terhadap kami.

Contoh aktualnya: Seorang satpam, sebut saja bernama A, pernah datang kepada kami karena masalah pekerjaan. Ternyata si A ingin mendapatkan posisi yang bagus ditempat kerjanya yaitu sebagai ketua pengamanan seluruh pabrik. Karena kami TIDAK MEMPUNYAI ilmu yang bisa menaikkan pangkat seseorang, lalu kami BERKILAH dengan cara menawarkan amalan untuk membangkitkan Wibawa.

Kami BERALASAN dengan cara membangkitkan wibawa, si A akan mendapatkan perhatian dari atasannya sehingga kesempatan untuk naik pangkat menjadi besar (Sebenarnya kamipun tidak mengetahui kekuatan amalan tersebut karena kami mendapatkannya dari beli diperguruan lain).

Setelah 2 minggu mengamalkan amalan yang kami berikan, si A datang lagi kepada kami dan dia mengatakan bahwa atasannya selalu memberi dia perhatian dan tanggung jawab yang lebih TAPI sang atasan belum menaikkan jabatan si A sebagai ketua/kepala pengamanan pabrik.

Nah dari sini kami telah membangkitkan sugesti si A bahwa dia telah kelihatan lebih berwibawa sehingga tingkah lakunya berubah seakan-akan si A memiliki kekuatan yang membuat dirinya kelihatan berwibawa. Kamipun mentertawakan si A karena perubahan sifat dan penampilan itu cuma imajinasi atau hayalan si A karena terlalu percaya kepada kami.

Setelah sebulan, si A datang lagi kepada kami tapi BELUM juga mendapatkan jabatan yang dia inginkan serta mengungkapkan bahwa dia baru saja ditegur oleh atasannya karena terlambat datang ke tempat kerja dan takut kalau atasannya tidak simpatik lagi kepadanya. Untuk mengalihkan kesan negatif atau rasa curiga si A terhadap kami, kamipun menyuruhnya sembahyang dan berdoa kepada Allah dan memberikan puluhan nasihat-nasihat seperti: “Allah tidak mengijinkan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut dan sebagainya”

Setelah pertemuan ketiga tersebut, si A tidak pernah lagi datang kepada kami.

(Nah begitulah trik-trik dan kemunafikan kami dan para tukang sihir kepada para pasien dan pengikutnya, silahkan buktikan!)

Peringatan: paranormal/dukun/ bomo akan menyisipkan ajaran-ajaran ilmu sihir (meramal, menyembuhkan kesurupan, dongeng-dongeng kesaktian dll) kepada pengikutnya dalam mempelajari Al-Quran, karena mereka beranggapan bahwa mempelajari Al-Quran TIDAKLAH AKAN LAKU dikalangan orang-orang FRUSTASI tanpa ajaran-ajaran ilmu sihir tersebut.

Oleh karena itu Janganlah heran kalau para tukang sihir selalu mencampur adukan ajaran Agama dengan ajaran sihir untuk maksud-maksud KEDUNIAAN (komersial: uang dan kehormatan), bahkan dengan segala cara mereka berusaha menempatkan dirinya sebagai wali Allah untuk maksud-maksud PENGKULTUSAN.

Sebenarnya mereka (paranormal) telah menutup mata umat untuk mengetahui ayat-ayat dibawah ini:

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain (syirik) itu bagi siapa yang dikehendakiNya. ” (An-Nisa’: 48)

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) sebelummu: Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (Az-Zumar : 65)

Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan.” (Al-An’am : 88).

*diambil dari milis fupm-ejip.

Mona : Dukun Generasi Kelima Pengikut Nyi Roro Kidul

“MONA (bukan nama sebenarnya), kamu berbakat jadi dukun hebat,” kata kakek suatu sore. Kata bernada pujian itu terlontar dari bibir kakek setelah sekian bulan. la memantau perkembangan murid-muridnya. Murid yang istimewa, karena semuanya memiliki pertalian darah. Generasi saya adalah generasi kelima dari keluarga yang secara turun ternurun terkenal sebagai dukun kesohor di Jawa Tengah. Pendadaran yang langsung dibawah kendali kakek memang dimaksudkan untuk mencari penerus dari ilmu leluhur kami. Para dukun yang telah sekian puluh tahun malang melintang di dunia perdukunan. Dari kawah candradimuka ini akan terlihat siapa yang layak menjadi pewaris ilmu leluhur keluarga kami.

Mulanya, saya tidak tertarik menjadi seorang dukun. Saya hanya mengikuti sebuah tradisi dalam keluarga yang harus menjalani latihan tahap pertama ini. Dan saya dinyatakan sebagai yang terbaik. Melebihi bakat yang dimiliki sepupu saya yang nampak ngotot ingin menjadi dukun.

Ukuran keberhasilannya sebenarnya mudah, hanya dengan melihat pengaruh dari tahapan puasa yang kami jalani. Seberapa lama seseorang dapat merasakan kehadiran jin tanpa ada rasa takut. Semakin cepat, katanya, bakat yang dimilikinya semakin besar.Umur saya masih belasan tahun ketika pertama kati disuruh berpuasa tiga hari. Rabu Pon, Kamis Wage dan Jum’at Kliwon, itulah hari-hari yang biasanya dipilih. Namun, puasa yang saya jalani berbeda dengan puasa dalam ajaran Islam. Waktu itu, saya disuruh mengawali puasa pada hari Selasa siang. Tepatnya jam tiga sore. Bukan Shubuh seperti lazimnya puasa dalam Islam. Satu jam sebelumnya saya harus mengikuti ritual mandi kembang.

Saya berpuasa tanpa makan dan minum. Adzan Maghrib berlalu tanpa seteguk air membasahi kerongkongan. Saya hanya diperbolehkan makan nasi satu kepalan tangan dan air putih bila sudah sangat lapar. Itu pun hanya dibolehkan makan sekali. Bila tidak mampu, otomatis saya dinyatakan telah gagal dalam pendadaran ini.

Jam dua belas malam, saya disuruh keluar rumah lalu menjejakkan kaki ke bumi tiga kali, sambil merapal mantra berbahasa Iblis yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia bermakna, “Atas kekuatan udara, langit, bumi dan laut. Aku mengundang semua kekuatan itu atas penciptaan Tuhan. Atas nama besar Muhammad dengan dukungan Iblis ajmaun.”

Saya yang belum mengerti apa-apa, hanya menuruti kata-kata kakek. Selanjutnya, saya disuruh mandi dari tujuh mata air yang berbeda. Mata air yang harus jatuh dari gunung. Sebuah persyaratan yang sulit terwujud bila tidak dipersiapkan jauh-jauh hari. Namun, semua persyaratan itu telah dipersiapkan kakek. Saya tinggal menjalani ritual semata.

Hari ketiga, saya disuruh kakek masuk ke dalam kamar. Duduk bersila dan mematikan lampu. Hanya lilin yang dinyalakan. Dalam temaram lampu lilin, saya diperintahkan menanggalkan semua busana. Selanjutnya tinggal menunggu apa yang akan terjadi.

Kata kakek, nanti ada yang datang dan biasanya menepuk punggung sebelah kanan. Awalnya saya merinding memikirkan apa yang akan terjadi. Namun saya berusaha menepisnya dan menenangkan diri. Tepat jam dua belas malam lebih sepuluh menit saya merasakan tepukan di pundak sebelah kanan.

Saya langsung kedinginan. Dengan sekuat tenaga saya berusaha untuk tidak berteriak. Saya diam. Menunggu apa yang akan terjadi. Ternyata hembusan angin mematikan lilin. Padahal saya berada dalam kamar yang tertutup yang seharusnya tidak mengizinkan angin masuk. Padamnya lilin merupakan pertanda buruk bagi saya.

Kakek menyatakan tirakat saya gagal dan harus diulangi lagi. Saya kembali menjalani ritual sejak awal di bulan berikutnya. Kali ini, kakek berpesan agar saya tidak membaca basmalah. Karena jin akan pergi lagi bila saya membaca basmalah. Puasa yang kedua ini, kakek benar-benar mengawasi saya, hingga ia pun puas. Saya dinyatakan lulus. Berikutnya saya disuruh melanjutkan puasa tujuh hari. Namun, terlebih dahulu saya harus mencari hari yang tepat. Rabu Pon, Kamis Wage dan Jum’at Kliwon, seperti biasa menjadi pilihan. Dalam tahapan ini saya dinyatakan lulus, hingga langsung naik ke tangga berikutnya. Saya puasa dua belas hari, dua puluh satu hari dan empat puluh hari.

Setelah puasa empat puluh hari, saya disuruh kakek mandi di laut dengan membawa sisir, potongan rambut, potongan kuku dan celana dalam. Semua benda itu kemudian dibungkus dengan besek (sejenis tumbu terbuat dari anyaman bambu) dan ditinggal di laut. Setelah mandi saya langsung pulang. Karena kelelahan, sesampai di rumah saya tertidur. Saat itulah saya mendengar seseorang membangunkan saya. “Nduk, bangun,” katanya. Saya terjaga. Saya tidak tahu apakah saya bermimpi atau tidak. Di depan saya telah berdiri seorang wanita berkebaya. “Lungguh neng kene, Nduk (duduk di sini, nak)!” katanya. Saya turuti perintahnya. Tak lama kemudian, datanglah seorang kakek-kakek. Badannya kurus dengan balutan kain putih di kepalanya. la membawa sebilah keris. “Ini milikmu. Tolong dijaga!” katanya sambil menyodorkan sebilah keris kepada saya. Belum sempat saya menjawab, keris itu langsung masuk ke dada saya. Saya benar-benar merasakan rasa sakit ketika keris itu menembus dada.

Keesokan harinya, saya sakit demam. Badan dingin menggigil. Setelah diserang panas dingin dua minggu lamanya, kakek datang. “Bagaimana, sudah masuk apa belum?” tanyanya. Belum saya jawab, kakek sudah mengejar dengan pertanyaan kedua. “Sudah didatangi apa belum?” katanya.

Saya heran, siapa orang yang dimaksudkan kakek. Pertanyaan kakek itu masih belum dapat saya jawab. Hanya diam jawaban saya. Saya tidak menghubungkan pertanyaan kakek dengan peristiwa dua minggu yang lalu. Pembicaraan pun beralih ke sakit saya. “Tidak apa-apa, nanti juga sembuh” kata kakek, setelah memegang kening saya. la kemudian mengunyah jahe lalu menaruhnya di ubun-ubun saya. Aneh, perlahan rasa sakit itu hilang, hanya dengan kompres jahe yang dikunyah kakek.

Sejak itu, saya merasakan lidah saya menjadi tajam. Umpatan dan ancaman seringkali menjadi nyata. Orang pertama yang menjadi korban masih teman sekelas. Namanya Veti. la selalu menghina saya di depan umum. “Ngapain ke sini, kamu kan bau. Bau amis,” kata Veti sinis.

Saya tidak terima dipermalukan sedemikian rupa. Dengan reflek, saya menjejakkan kaki kiri ke tanah tiga kali dan merapal mantra, “Demi angin, …… saya berpegang padamu atas keputusan Tuhan.” Selanjutnya saya menyebut nama Veti seraya mengancam. “Celaka kamu, kalau kamu memang tidak mau minta maaf sama saya.” ketika pulang dari sekolah, Veti tertabrak mobil. la mengalami luka parah. Kakinya patah.

Waktu itu, saya belum berpikir macam-macam bahwa kecelakaan itu karena ucapan saya. Tapi peristiwa demi peristiwa yang terjadi kemudian membawa saya pada kesimpulan bahwa saya tidak boleh berbicara sembarangan.

RAMALAN PERTAMA YANG MENGGUNCANG KELUARGA
Saat SMA itu, saya sudah mulai meramal. Yang pertama menjadi korban masih sepupu saya. Retno, begitu ia biasa dipanggil. Retno yang telah berpacaran 8 tahun tidak lama lagi menikah. Hari H sudah ditentukan. Undangan juga sudah tersebar. Hari bersejarah dalam hidupnya, tinggal menghitung hari.

Sehari sebelum hari H, saya bermain ke rumah Retno. Dari raut wajahnya saya meramalkan bahwa pernikahannya akan gagal. “Ngapain kamu repot-repot seperti ini. Dia bukan jodohmu,” kata saya tanpa merasa bersalah. Terang saja Retno blingsatan. la marah. “Kenapa kamu ngomong begitu, tidak sopan,” katanya.

“Lihat saja. Siapa jodoh kamu. Jodoh kamu itu orangnya dari timur. Kulitnya putih dan rambutnya keriting, ketemunya kamu nanti di kereta,” jawab saya dengan ringan. Retno terpana. la masih tidak percaya dengan ramalan saya. la bertanya dengan sedikit ragu, “Mengapa kamu bisa tahu kalau saya tidak berjodoh sama dia?”

“Karena di muka kamu terlihat bukan dia suami kamu. Aura kamu tidak nyambung. Kalau kamu tetap nekat sama dia, kamu akan susah. Kamu akan sengsara,” kata saya panjang lebar.

Tak lama setelah kepergian saya, terdengar berita buruk. Retno gagal melangsungkan pernikahan esok harinya. Keluarga besar terpengaruh dengan ramalan saya dan memutuskan untuk membatalkan pernikahan. la syok. Keluarga pun tertimpa aib. Ujung-ujungnya saya disalahkan karena ramalan itu. Enam bulan lamanya ia baru dapat melupakan kenangan pahit itu. Ketika Retno berangkat ke Yogya, ia menceritakan mimpinya. la tidak lagi mempermasalahkan ramalan saya yang menggagalkan pernikahannya dulu. “Mon, saya mimpi dikelilingi api,” katanya. “Berangkat sekarang. Besok kamu bertemu dengan jodohmu,” jawab saya meyakinkan. Retno pun berangkat ke Yogya. Dan begitu pulang, dia langsung memperkenalkan seorang pria yang kelak menjadi suaminya.

Selain itu saya mulai menerima pasien. Pasien pertama saya adalah seorang penderita hilang ingatan asal Semarang, Jawa Tengah. Namanya Elsa. Saya pegang ubun-ubunnya, lalu saya tiup sebentar. la memang gila, gumam saya. Setelah saya putuskan untuk mengobatinya, saya berpuasa tiga hari. Kemudian saya membawanya ke laut. Di sana, saya duduk di pantai layaknya orang yang bersemedi. ‘Atas kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa yang menciptakan langit, bumi dan segala isinya, saya memanggil penguasa laut kidul. Saya minta pertolongannya dan meminta petunjuk atas kebenaran yang tidak saya ketahui.” Mantra pemanggil Nyi Roro Kidul pun saya rapal. Air laut yang ada di depan saya bereaksi. Air laut itu langsung mendekat. la seakan bernyawa. Keluarga Elsa ketakutan melihat apa yang terjadi. “Panggil saja lautnya dengan ikhlas,” seru saya kepada orangtua Elsa. Mereka pun menuruti permintaan saya. Mereka memanggil air laut. Air laut kembali mendekat. la seakan menelan kami. Ia seperti menyambut kedatangan kami. Bila sudah demikian, saya tahu bahwa pasukan Nyi Roro Kidul sudah datang.

Sebelum memandikan Elsa, terlebih dahulu saya memotong kuku, rambut dan pakaian dalamnya. Saya minta orangtuanya menyebutkan nama kecilnya serta nama ibunya. Setelah itu potongan kuku, rambut dan pakaian dalam itu saya cuci sampai bersih lalu saya buang ke laut. Selang beberapa minggu kemudian, orangtua Elsa menghubungi saya dan mengatakan bahwa Elsa telah sembuh. Hanya saja setiap menjelang bulan Syura, dia harus ke laut.

Semakin hari, pasien saya semakin banyak. Jumlahnya mencapai ratusan atau bahkan ribuan. Karena kakek dan paman, juga sering melimpahkan pasiennya kepada saya. Mereka menganut aliran kejawen yang berkiblat ke Nyi Roro Kidul. Karena itu bila mendapat masalah yang pelik, mereka selalu datang ke laut dengan membawa sesembahan berupa bedak, sisir, kemben hijau, selendang hijau, kebaya, jarik parang, bunga mawar dan bunga melati. Sesajen itu biasanya dibawa pada hari Selasa kliwon atau Jum’at Kliwon.

Beragam alasan pasien yang datang kepada saya. Ada yang minta penglaris, dimenangkan dalam perjudian, maupun pelet. Seperti yang dialami seorang teman karib saya, Desi namanya. la diinjak-injak pacarnya sendiri. Sebagai sesama wanita saya tidak rela teman saya diperlakukan demikian. Desi pun minta tolong saya agar pacarnya tidak memutuskannya. “Mon, tolong saya!” pintanya memelas.

“Coba cari daun teratai tiga lembar. Cari yang arahnya saling bertemu dengan ruas yang sama,” kata saya menjawab permintaan Desi. Desi benar-benar mencari daun teratai itu. “Kamu harus puasa sehari semalam. Tanpa makan, minum dan tidur. Jam dua belas malam, ambil air wudhu dan duduklah menghadap kiblat dengan kaki bersila. Lalu tumpuk daun teratai itu menjadi satu. Sebut namanya disertai dengan membaca mantra lalu satukan daun-daun itu. Bayangkan pacarmu lalu usapkan ke kening. Setelah itu jadikan daun teratai itu sebagai bantalan tidur. Keesokan harinya pacarmu akan datang dengan muka yang aneh. Pandangannya kosong dengan raut muka merah jambu.” Saya jelaskan kepada Desi cara mendapatkan pacarnya melalui ilmu pelet. Desi akhirnya bersatu kembali dengan pacarnya. Hanya saja cintanya kini sudah melebihi batas. Dia tidak bisa berpisah dengan Desi. Kemana-mana selalu ingin bergandengan tangan. Cintanya sudah tidak wajar. Karena itu dua tahun kemudian Desi menemui saya lagi. la meminta agar peletnya dilepas. “Kasihan, ia bukan lagi yang saya kenal dulu,” ujar Desi. “Bakar saja fotonya dan kemenyan bersamaan. Niatkan bahwa kamu ingin melupakannya.” Itulah solusi yang saya berikan kepada Desi. Dengan itu, mereka tidak lagi mesra seperti yang dulu. Mereka pun akhirnya berpisah dan tidak melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

LARUNG SESAJEN Dl PANTAI SELATAN.
Tahun 2003, saya ikut kakek melakukan ritual ke laut selatan di malam hari. Bertepatan dengan hari Selasa Kliwon. Dari rumah kami berjalan kaki ke laut. Saya mengenakan kebaya sambil membawa tumpeng lengkap dengan nasi kuning. Sementara kakek membawa seperangkat sesajen berupa macam-macam pakaian, bedak, kapur sirih, tembakau, mas-masan dan kain hijau. Kami menuju laut. Sebelum masuk pintu gerbang, saya duduk dalam posisi menyembah dengan dipimpin kakek. Kemudian kami berjalan beberapa langkah, lalu duduk menyembah kembali. Setelah melewati laut, saya mencium bau yang sangat harum. “Hmm…. Bau harum melati,” gumam saya sambil menghirupnya dalam-dalam.

Semua barang bawaan dilarung ke laut. Selang beberapa menit kemudian, ombak datang menggulung sesajen. Kakek ceria. Wajahnya berbinar-binar. la merasa sesajennya diterima Nyi Roro Kidul. Lalu kami pun pulang dengan mengambil jalan berbeda. Tapi anehnya, bau harum itu ikut pulang bersama kami. Bau harum melati itu terus membuntuti sampai dalam rumah. Ketika saya tanya, kakek hanya men-jawab singkat. “Nyi Roro ikut.”

Sejak itu, saya mulai sering bermimpi yang aneh-aneh. Saya diajak jalan-jalan ke laut selatan. Melewati pintu gerbang dan batu pualam yang tinggi. Dalam mimpi itu, saya disambut prajurit berpakaian ala kraton. la bersenjatakan tombak. Prajurit itu mempersilakan saya masuk dan menyuruh saya tanda tangan. Tapi saya tidak mau, meski saya lihat banyak juga yang membubuhkan tanda tangan. “Saya hanya ingin lihat-lihat,” elak saya.

“Ya sudah kamu masuk, memang kamu orang sini,” jawabnya mempersilakan saya masuk. Saya melihat istana yang indah. Dengan lalu lalang orang yang tiada henti. Di sebuah ruangan terlihat emas permata yang melimpah. Puluhan orang datang mengambil permata-permata itu silih berganti. Di sudut lain, saya melihat laki-laki yang dikelilingi perempuan yang cantik-cantik. Orang itu lagi ngapain? tanya saya, tapi tidak adayang menjawab. Saya terus melangkah. Di sebuah tempat saya melihat orang-orang yang mengambil buah yang berisi permata. “Mereka lagi ngapain?” tanya saya kepada penjaga. “Mereka itu minta. Kamu nggak ikut minta?” tanya balik seorang penjaga. Saya menggelengkan kepala. Saya tidak tertarik untuk membawanya, justru saya ingin segera pulang.

Ketika pulang, saya merasa seperti terdampar di sebuah kilang minyak. Saya pun terbangun keheranan. Yang lebih mengejutkan, tempat tidur saya penuh dengan pasir. Mulanya, saya berpikir mungkin tadi belum saya bersihkan. Tapi keesokan malamnya, saya kembali bermimpi. Saya dijemput sebuah kereta kuda. “Ayo nduk pulang. Wong rumahmu di sana,” ajak seorang perempuan berkebaya. Dalam mimpi itu saya kembali ikut ke laut pantai selatan. Tentu dengan pengalaman yang berbeda dan satu hasil. Kamar saya bertaburan pasir kembali.

KUNJUNGAN KE ‘ISTANA NYI RORO KIDUL’
Akhir Desember 2003, saya membaca Majalah Ghoib edisi 9. Dalam sebuah rubriknya dikisahkan seorang anak yang bertingkah aneh karena bisa melihat jin. Saya merasakan kisah anak itu seperti perjalanan hidup saya. Bahkan lebih mengerikan. Dari sana, saya mulai berpikir bahwa ada yang salah dalam diri saya. Ada masalah yang harus segera diselesaikan.

Ketika saya bertemu dengan kakek, saya pertanya-kan apa yang selama ini men-jadi beban pikiran saya. “Kek, benarkah dalam diri saya ada jinnya?” tanya saya sambil menyodorkan Majalah Ghoib. Kakek terpana. la tidak menduga mendapat pertanyaan itu. “Tidak, kamu itu turunan,” jawab kakek dengan suara bergetar. Kakek mem-baca sepintas Majalah Ghoib lalu merobek-robeknya. Kakek bercerita, saya adalah keturunan kelima yang diharapkan dapat mewarisi semua ilmu leluhur.

Ruang diskusi dalam hati saya belum tertutup, meski Majalah Ghoib telah dirobek-robek kakek. Saya kembali menelusuri perjalanan masa lalu. Perubahan sikap dan perilaku yang telah saya alami. Saya terkesima. Saya telah banyak berubah. Sejak tahun 2003, saya sudah tidak lagi menjalankan puasa Ramadhan. Jin yang merasuk ke dalam diri saya tidak mengizinkannya. Tenggorokan saya tercekik, bila saya niatkan puasa Ramadhan atau puasa sunah lainnya. Satu hal yang sangat berbeda bila saya puasa mutih atau ngrowot. Semuanya berjalan dengan lancar. Saya juga tidak lagi bisa shalat. jin-jin itu yang menghalangi saya.

Selain itu, ibu dan kerabat dekat saya mengatakan saya telah banyak berubah. Katanya saya jahat sekali. Saya menjadi licik dan omongan saya kotor. Saya bersedih. Linangan air matapun tidak lagi tertahankan. Saya menangis dalam kesendirian. Akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti ruqyah. Awal 2004, saya berniat mengikuti ruqyah, namun tidak pernah kesampaian. Ada saja hambatan. Bahkan bisikan dalam diri saya melarang dengan keras. Baru di akhir tahun 2004, tepat setahun setelah berkenalan dengan Majalah Ghoib saya mengikuti ruqyah massal. Waktu itu di sebuah kota di Jawa Tengah diadakan seminar dan ruqyah masal. Saya datang, karena saya sudah bertekad untuk keluar dari jalur perdukunan. Meski untuk itu saya harus melawan orangtua dan kakek yang mengharapkan saya mewarisi ilmu keluarga.

Meski untuk itu saya harus kehilangan harta yang melimpah. Dan saya harus memulai lagi dari nol. Bayangkan saya biasa mendapatkan uang empat ratusan ribu bahkan lebih untuk sekali terapi. Sebuah penghasilan yang sangat menggiurkan memang. Saat ruqyah masal itu, di dada saya ditaruh sebuah mushaf al-Qur’an. Anehnya, tubuh saya bergejolak. Aliran darah seakan terhenti. Tidak ada yang mengalir ke seluruh tubuh, hingga saya merasa sekujur tubuh saya kesemutan.

Tanpa sadar, saya berontak. Saya memukul ustadz yang menerapi. Bahkan al-Qur’an yang suci itu saya ludahi. Saya semakin kaget. Karena saya bisa melihat apa yang saya lakukan. Tapi saya tidak kuasa menahannya. Saya berteriak dan tertawa terbahak-bahak.

Setelah ruqyah itu saya demam selama seminggu. Satu hal yang tidak pernah terjadi sejak dikompres jahe oleh kakek, dulu. Saya berubah menjadi seorang penakut. Saya merasa ada serombongan orang yang memanggil-manggil. Mereka menyuruh saya kembali. Kemana-mana saya selalu dicekam ketakutan. Meski demikian, saya beruntung. Karena sejak ruqyah pertama, saya mulai bisa menjalankan shalat. Meski awalnya berat, seperti ada yang membebani di punggung. Tapi setelah terus dilawan, akhirnya beban itu hilang dengan sendirinya. Hanya saja, setelah ruqyah pertama kemampuan saya semakin tajam. Pasien yang meminta jasapun semakin banyak. Pasien-pasien lama banyak yang kembali datang. Sebuah pertentangan batin yang berat memang. Di satu sisi, kehadiran mereka mendatangkan keuntungan materi dan kehormatan. Namun pada sisi lain, saya telah menyatakan mundur dari dunia perdukunan. Sebuah masa transisi yang sangat menyesakkan dada.

Namun keputusan sudah diambil. Saya tidak mau surut ke belakang. Apapun resikonya. Akhirnya dengan bahasa yang halus, saya menolak permintaan mereka. Saya mulai menyarankan mereka untuk menempuh cara yang tidak menyimpang dari agama. “Berdoalah kepada Allah dan lakukan shalat hajat,” solusi seperti inilah yang pada akhirnya saya berikan kepada mereka.

Beberapa minggu setelah terapi pertama, saya ikut terapi ruqyah secara berkelanjutan. Saat itulah saya merasakan tubuh saya memanjang. Saya hanya merasakan seperti melihat ular. Tanpa sadar, saya mendatangi ustadz. “Siapa kamu. Mengapa kamu membunuh anak buah saya? Percuma kamu membaca bacaan-bacaan itu karena tidak akan berpengaruh kepada saya. Saya tidak mempan oleh bacaan-bacaan itu,” begitulah celotehan saya seperti dikisahkan seorang teman.

“Saya membunuh anak buahmu karena mereka masuk ke tubuh Nona dan mengganggunya,” jawab ustadz. “lya, karena anak ini yang meminta. Dia meminta kepada saya dan saya hanya mengirimkan yang dia minta,” jawab balik saya. Jin yang merasuk ke dalam tubuh saya itu membandel. Dia masih belum mau keluar.

“Jangan salahkan saya karena perempuan ini yang datang ke saya,” ujar jin melalui bibir saya. “Perempuan ini sudah bertobat,” ujar ustadz. “Tapi perempuan ini sudah memberikan perjanjian kalau dia akan memberikan semuanya kepada saya dan mengembalikan semuanya kepada saya,” jin yang merasuki tubuh saya tidak mau mengalah. Dia terus mengoceh. Ketika ditawarkan untuk masuk Islam, jin itu tidak tahu. “Saya tidak tahu sama sekali apa itu Islam. Siapa itu Muhammad. Itu zaman kapan? Karena saya tidak hidup pada zaman itu. saya tidak mau bersyahadat, karena saya tidak mengenal Muhammad dan Islam,” jin itu tetap membandel.

“Keluar dari sini,” bentak ustadz. “Ya, saya akan keluar karena saya masuk dengan kemauan sendiri, maka saya bisa keluar dengan kemauan sendiri.” Setelah mengucapkan kalimat itu, jin itu keluar saya pun tersadar. Jin yang merasuk ke dalam tubuh saya memang belum keluar semua. Tapi saya tidak berputus asa. Sudah belasan tahun mereka bertahan dalam tubuh saya, tentu mereka juga tidak mau keluar dengan mudah. Satu hal yang ingin saya pegang teguh, bahwa saya akan terus menempuh jalur ruqyah untuk membersihkan diri. Semoga Allah mengam-puni dosa-dosa saya. yang telah banyak menyesatkan orang melalui ilmu perdukunan yang saya kuasai.

Majalah GHOIB Edisi Khusus “Dukun-Dukun Bertaubat”